History of Psychology
Nama : Syekar Ayu Ghalbiyah
NIM : 2110323027
Kelas : Psikologi C
Dosen Pengampu Psikologi Umum :
1. Diny Amenike, M.Psi., Psikolog
2. Amatul Firdausa Nasa, M.Psi., Psikolog
3. Mafaza, S.Psi., M.Sc
#GulirTinta’S1
Hello readers.. Kali ini balik lagi dengan aku Syekar Ayu Ghalbiyah.
Pada pagi yang cukup cerah ini, tiba-tiba saja aku kepikiran akan menamai blogku dengan nama "Gulir Tinta’s". Ini pun aku pikirkan secara spontan ketika sedang mengscroll sosmed loh heheheh..
Jadi untuk kedepannya, blog ini akan aku namakan dengan "Gulir Tinta’S" yang akan ada berbagai macam episode xixxixi. Kali ini kita memasuki episode 1 "Gulir Tinta’S". Pada episode kali ini, kita akan membahas mengenai sejarah psikologi.
Tentunya sebelum mengenali sejarah psikologi, kita mesti kenalan dulu kan ya dengan psikologinya heheh. Buat kalian yang membaca blog ini pasti mayoritas sudah mengetahui psikologi ini adalah ilmu yang mempelajari mengenai jiwa manusia yang akan berpengaruh pada tingkah laku nya serta berkaitan dengan lingkungan. Kenapa si ilmu psikologi ini bisa muncul dan bertahan sampai sekarang?? Pastinya kita penasaran kan dengan awal mulanya ilmu ini bisa muncul kemudian terus berkembang sampai sekarang. Yuk lanjut baca..
Pada awalnya, psikologi ini merupakan bagian dari ilmu filsafat. Ahli filsafat Yunani lah yang pada awalnya tertarik mempelajari gejala kejiwaan ini. Dua filsuf yang mempelajari ilmu kejiwaan ini adalah Plato (427-347 SM) dan muridnya yaitu Aristoteles kira-kira abad ke-7.
Untuk meneliti mengenai kejiwaan ini, pada zaman dahulu karena adanya keterbatasan dalam teknologi, para ahli mencoba melakukan penelitian dengan sasaran hewan dimana hewan tersebut dijadikan patokan untuk menjelaskan perilaku manusia. Terus, apa tujuan kita mempelajari sejarah psikologi???
Berikut adalah tujuan mempelajari sejarah psikolog, sebagai berikut:
π Agar kesalahan yang terjadi pada ilmuan zaman dahulu tidak terulang sehingga menjadi bahan intropeksi bagi para ilmuan selanjutnya
π Untuk mengetahui konsep penelitian secara sistematis dari para pendahulu
πUntuk mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam mengenai ilmu tersebut
Nah setelah mengetahui dasar psikologi dan tujuan mempelajari sejarah psikologi, barulah kita memasuki tahapan dalam perkemabangan psikologi. Check this out
1. Masa Yunani Kuno (15.000 tahun yang lalu)
Apasih yang kalian bayangin Ketika mendengar kata “Yunani Kuno”. Kalau aku si terbayang ini xixxixi
Pada masa Yunani Kuno ini, orang pada zaman dahulu
memiliki pandangan pada 3 hal yaitu:
1)
Animisme adalah kepercayaan kepada makhluk halus
dan roh dimana mereka beranggapan bahwa
roh tersebut bisa memberikan kekuatan terhadap apapun yang dihampiri nya.
2)
Anthropomorphism adalah pengenaan manusia
kepada makhluk yang bukan manusia seperti hewan, tumbuhan ataupun benda
lainnya. Begini contohnya manteman.
jangan
kelamaan ya lihat nya, ntar serem hehehehe
3)
Magic, pada zaman dahulu orang Yunani kuno
mempercayai sesuatu itu bukan bersifat ilmiah.
Masa ini, sudah mulai lahir para filsuf yaitu sebagai berikut:
a) Thales (625-547 SM), beliau mulai menapikkan bahwa terjadi manusia bukan berasal dari supranatural tetapi pure terjadi karena natural. Thales juga disebut sebagai bapak filsafat. Disini, Thales mulai membuka pikiran bangsa Yunani yang menggangap segala sesuatu berpandangan pada mitologi. Beliau juga mengajarkan orang pada zaman itu untuk berpikir kritis. Ilmu yang didalami Thales adalah kosmologi. Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai struktur dan sejarah alam semesta dalam skala yang besar. Ilmu ini juga berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan agama.
b)
Hippocrates (460-377 SM)
Pada
zaman Hippocrates ini adalah zaman dimana mulai adanya sekolah. Beliau lahir
dari keluarga berpendidikan dimana ayahnya merupakan seorang tenaga medis. Ilmu
yang dipelajar Hippocrates salah satunya adalah Histeria. Histeria merupakan
kondisi dimana penderitanya tak mampu menahan beban mental atau beban pikiran
sehingga terjadi konversi gejala fisik. Menurutnya penyebab histeria ini bisa
terjadi karena genetic, kecelakaan, cairan tubuh ( humor, phlegm) dimana Ketika
cairan tersebut berjumlah melebihi normal di dalam tubuh akan mengubah tingkah
individu tersebut.
Selanjutnya ada yang namanya "Para Sophist". Kaum Sophist adalah guru retrorik dan logika profesional yang percaya bahwa kebenaran itu relatif dan oleh karena it tidak ada satupun "kebenaran yang dianggap ada". Para penentang Kaum Sophist ini terdiri dari:
1. Socrates (470-399 SM), ada beberapa poin penting yang disebutkan Socrates yaitu:
π© Pengalaman pribadi itu merupakan hal yang penting misalnya kebahagiaan yang kita rasakan belum tentu sama dengan kebahagiaan orang lain begitupun sebaliknya.
π© Mulai membahas konsep inductive definition>>essence>>concept
π© Karena pemerintahan pada masa itu diktator, maka ide Socrates sering dianggap sering merusak/ menodai jiwa generasi muda. Socrates ditangkap kemudia ia mengajarkan ilmunya kepada muridnya yaitu Plato.
2. Plato, menurut Plato, ide merupakan sesuatu atau asas yang sudah ada dari sana nya. Menurut Plato, ide lebih mengarah pada penalaran, dimana proses penalaran yang baru disebut dengan science, yaitu:
π World of being = Sesuatu itu tidak dapat terlihat tetapi diperlukan penalaran menjelaskan sesuatu.
πWorld of number = Lebih mengarah kepada membangun hipotesis serta mengkajinya.
3. Aristoteles, merupakan murid Plato. Beliau merupakan filsuf pertama yang membahas bidang psikologi. Menurut Aristoteles, ada 4 aspek untuk memahami suatu hal yaitu :
π§ Material cause, untuk memahami sesuatu, pahami terlebih dahulu materialnya
π§Formal cause, untuk memahami sesuatu perlu adanya pola yang mendasarinya
π§ Efisien cause, untuk memehami sesuatu harus ada berpengaruh pada lingkungan luar
π§ Final cause, untuk memahami sesuatu harus dipikirkan untuk apa sesuatu tersebut
Selanjutnya adanya Hierarki soul:
π Vegetative
π Sensitive
π Rasional soul
Menurut Aristoteles, memori ada kaitannya dengan asosiasi pengalaman sehingga menyebabkan recall terhadap pengalam tersebut.
Basic law of association :
π₯ Contiguity : Mengingat karena ada hubungan pada waktu yang bersamaan. Contohnya saat kita mendengarkan lagu sendu, secara otomatis kita akan mengingat pengalaman menyedihkan pada diri kita.
π₯ Similarity : Mengingat sesuatu hal karena adanya kemiripan. Misalnya kita mengingat Chatime maka kita juga akan mengingat Xing Fu Tang.
π₯ Frekuensi : Kita akan mengingat sesuatu karena seberapa serignya hal tersebut terjadi.
π₯ Imaginasi : Sesuatu yang berkaitan dengan sensori meskipun tidak sama persis.
π₯ Mimpi : Kesadaran yang berkaitan dengan imajinasi. Mengapa mimpi kita sering abstrak? karena kesadarn yang kita miliki saat tidur itu rendah, maka imajinasi semakin tidak terstruktur.
Setelah era Yunani, ada zaman Roma dimana pada zaman ini, fokus para filsuf untuk mengoptimalisai manusia dengan apa agar kehidupan manusia menjadi lebih baik. Ada beberapa aliran pada masa Roma, yaitu:
π¦ Skeptisism ( Pyrrho of Ellis 360-270 SM) : yaitu memepertanyakan sesuatu dengan tidak percaya pada satu perspektif dan berusaha mencari penjelasan lain.
π¦ Sinisism ( Antisthenes 445-365 SM) : Aliran ini sering menolak kenyamanan dan praktik sosial dari masyarakat sekitar dan mereka lebih memilih untuk hidup sederhana.
π¦ Stoicism ( Zeno of Citium 335-263 SM) : Sebuah cara hidup untuk menerima keadaannya di dunia yang mencerminkan kemampuan nalar manusia.
Selanjutnya masa dimulai mengenal agama. Segala sesuatu bersumber dari agama. Zaman ini merupakan masa kejayaan islam dan yahudi. Muslim dan Yahudi inilah yang mengembangkan lmu pengetahuan contohnya seperti Ibnu Sina. Bangsa eropa mulai mengalami masa kegelapan.
Dan yang terakhir kita bahas adalah masa Renaissance (1450-1600). Masa ini berpindah pusat perhatian dari pusat perhatian kepada Tuhan menjadi kepada manusia tetapi bukan meniadakan Tuhan. Salah satu ilmuan nya yaitu Rene Descartes (1596-1650).
Wahh ga terasa nih udah sampai bacaan terakhir pada blog ini..
Sekian dari saya, semoga bacaan ini dapat bermanfaat bagi saya dan pembaca dan semoga episode nya terus berlanjut xixixix..
Thank's for your attention..
Don't forget to leave your commentπ



Manteb penulisannya
BalasHapus