PSIUM II : PERSPEKTIF BIOLOGIS DALAM PSIKOLOGI
Nama : Syekar Ayu Ghalbiyah
Nim : 2110323027
Pengampu Matakuliah :
1. Dwi Puspasari, M. Psi.,Psikolog
2. Mafaza, S.Psi., MSc
3 Liliyana Sari, S.Psi., M.Sc
Haii tems...ga terasa udah semester 2 aja nih.. Balik lagi di GulirTinta'S12
Selama satu semester kita kuliah secara online akhirnyaa bisa juga nih bertemu secara langsung dengan dosen dan teman-teman yang pastinya akan jadi lebih seruu!!!
Gimana nih, pertemuan pertamanya di kampus??
Apakah teman-teman udah pada berinteraksi satu sama lain? atau aktivitas apa aja nih yang udah dilakukan dikampus?? kepoo banget yaa mimin satu ini wkwkwk
Teman-teman pernah ga kepikiran gimana kita bisa melakukan aktivitas tersebut seperti berinteraksi, berpikir, bahkan bertindak ...
Kalau mimin si pernah ya kepikiran begitu..
Ternyata... itu semua kita dapat kita lakukan karena adanya sistem saraf , kompleks sel, serta organ yang saling berinteraksi loh.
Mau tau bahasan lebih lanjut? Yuk, simak pembahasan mimin pada blog kali ini💙
NEURON DAN SARAF
Sebelum membahas lebih lanjut neuron, kita akan membahas terlebih dahulu apa itu sistem saraf. Sistem saraf adalah suatu kumpulan sel saraf yang saling berhubungan dimana akan membawa informasi dari dan ke seluruh bagian tubuh. Pada tahun 1887, Santiago Ramon y Cajal, berteori bahwa sistem saraf itu merupakan gabungan dari sel-sel . Adapun bagian-bagian yang termasuk dalam sistem saraf:
- Neuron, adalah bagian utama dari sistem saraf yang menghantarkan dan menerima impuls akibat adanya stimulus. Neuron ini mempengaruhi sebgain besar aktivitas otak tetapi bukan satu-satunya yang menjadi sumber utama aktivitas otak.
- Dendrit, adalah cabang dari neuron yang menerima impuls dari neuron lain.
- Badan sel , adalah bagian yang memiliki inti sel yang berfungsi tanggung jawab dari seluruh aktivitas sel.
- Akson . adalah bagian yang membawa informasi dari badan sel ke terminal akson untuk diteruskan kepada sel lain.
- Terminal akson, adalah ujung dari akson yang akan meneruskan pada bagian sel lain.
- Glia, adalah sel yang berfungsi sebagai pendukung kerja sel saraf.
- Mielin, adalah zat lemak yang dihasilkan oleh glia untuk mempercepat dan melindungi kerja akson.
- Asetilkolin ( ACh), merupakan neurotransmitter pertama yang diindentifikasi dan ditemukan antara neuron dan sel otot. Asetilkolin ini dapat mempengaruhi memori, gairah, dan perhatian. Namun, bila kelebihan jumlah asetilkolin ini seperti ketika digigit oleh laba-laba black widow maka akan menyebabkan kejang-kejang bahkan kematian. Sebaliknya tingkat ACh yang rendah akan menyebbakan penyakit alzheimer.
- Dopamin (DA), neurotransmitter yang ditemukan pada otak. Terkait fungsi nya, setiap letak memiliki fungsi yang berbeda. Bila dopamin terlalu sedikit, maka akan menyebabkan penyakit parkinson.
- Serotonin (5-HT), neurotransmitter yang berasal dari bagian bawah otak sehingga terkait dengan suasana hati, nafsu makan, serta kecemasan, dll. Tingkat serotonin yang rendah bisa menyebabkan depresi.
- Glutamat, merupakan neurotransmitter rangsang yang utama pada sistem saraf. Befungsi dalam pembelajaran dan memori.
- GABA, neurotransmitter yang paling umum menghasilakn penghambatan di otak.
- Endorfin, berkaitan dengan pereda nyeri
- Sistem Saraf Pusat (CNS: Otak dan Medulla spinalis)
- Sistem Saraf Tepi (PNS : Otonom (simpatis dan parasimpatis) dan Somatik (aferen dan eferen) )
- Neuron aferen, merupakan neuron yang membawa pesan dari indra ke medulla spinalis.
- Neuron eferen, merupakan neuron yang membawa pesan keluar dari medulla spinalis menuju indra.
- Interneuron, merupakan neuron penghubung antara neuron aferen dan eferen.
III. Simpatis dan Parasimpatis
Simpatis memiliki fungsi fight or flight terhadap reaksi tubuh. Cirinya yaitu melakukan tindakan berupa respon yang cepat, pupil mata melebar, menghambat sekresi air liur, meningkatkan tingkat kerusakan glikogen, dll. Sedangkan parasimpatis memiliki fungsi eat-drink adn rest yang memiliki ciri berkebalikan dari simpatis.
KELENJAR ENDOKRIN
Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang tidak memiliki saluran dan mengeluarkan bahan kimia nya langsung ke dalam darah yang kemudain dibawa ke organ seperti jantung, pankreas, dan organ seks. Sekresi yang dihasilakn dari kelenjar ini disebut sebagai hormon. Kemudian, hormon ini akan mempengaruhi perilaku dan emosi dengan merangsang otot dan beberapa kelenjar tubuh lainnya.
Berikut jenis dan fungsi masing-msing kelenjar endokrin:
- Kelenjar pituitari/ hipofisis, dijuluki sebagai the master gland. Kelenjar ini berfungsi mengontrol dan mengatur kerja dari kelenjar lain. Kelenjar ini menghasilkan beberapa jenis hormon, seperti TSH, FSH, ACTH, pertumbuhan, prolaktin, dll.
- Kelenjar hipotalamus, bertugas memberikan intruksi kepada kelenjar hipofisis kapan harus melepas hormon yang diproduksinya.
- Kelenjar adrenal, terletak diatas ginjal. Kelenjar ini menghasilkan beberapa jenis hormon seperti androgen, aldosterone, adrenalin, dan nonadrenaline.
- Kelenjar tiroid, berfungsi memproduksi hormon tiroid yang berfungsi mengatur metabolisme tubuh serta petumbuhan berbagai organ tubuh.
- Kelenjar pineal, memiliki bentuk menyerupai kacang dan terletak di bagian tengah otak. Salah satu fungsinya yaitu menghasilkan hormon yang mnegatur tidur.
- Pankreas, dua peran utama pankreas yaitu menghasilakn enzim yang mencerna makanan dan memproduksi insulin dan glukagon untuk mengendalikan kadar gula darah.
- Pons, merupakan jembatan antara otak kecil dan bagian atas otak. Pons mempengaruhi tidur, mimpi, dan gairah.
- Reticular Formation , neuron ini bertanggung jawab atas kemmapuan orang secara umum untuk memperhatikan jenis informasi untuk mengabaikan informasi yang konstant. Contoh: ketika saya menggunakan laptop yang pada beberapa jam pertama cooler fan tidak berbunyi, selanjutnya anggap saja 5 jam pemakaian laptop kemudian cooler fan tersebut berbunyi dan ketika itu juga saya menyadari bahwa laptop ini telah diguakan dalam jangka waktu yang lama.
- Cerebellum, merupakan bagian dari otak yang mengontrol semua gerakan motorik halus, yang tidak disengaja, dan cepat. Contoh : dengan adanya otak kecil, kita berjalan menghasilakan gerakan koordinasi yang tepat. Lalu, bagaimana jika cerebellum rusak?? Hal tersebut akan menyebabkan penyakit degenerasi spinocerebellar dimana tedapat gejala awal yaitu jalan tidak stabil, cadel, dll (gejala awal seperti orang keracunan alkohol).
- Sistem Limbik , berfungsi dalam pembelajaran, emosi, memori, serta motivasi.
- Talamus, sebagai tempat pemberhentian sementara sebelum informasi sensorik disampaiakan langsung pada korteks yang berkaitan dengan sumber. Kerusakan talamus dapat menyebabkan hilangnya sebagian bahkan seluruh informasi sensai tersebut.
- Hipotalamus, bagian kecil dari otak yang terletak di bawah talamus yang bertanggung jawab atas perilaku motivasi, seperti tidur, lapar, haus, dll.
- Hipokamus, berperan dalam pembentukan memori jangka panjang.
- Amigdala, terletak di dekat hipokampus dan bertanggung jawab atas respon dan ingatan mengenai rasa takut.
- Lobus frontal (depan), bagian depan otak yang mengendalikan gerakan, ucapan, memori, perilaku, serta kepriadian. Bagian ini juga berperan dalam bidang intelektual seperti menalar, memecahkan masalah, serta perencanaan dan pengambilan keputusan.
- Lobus parietal (atas), mengendalikan sensasi seperti tekanan, rasa nyeri, dan suhu. Lobus ini pun mengendalikan pemahaman kita mengenai spasial.
- Lobus temporal (samping), mengendalikan indra pendengaran, ingatan, dan emosi. Lobus temporal kiri berperan dalam fungsi bicara.
- Lobus oksipital (belakang), mengendalikan fungsi penglihatan.
- Ciccarelli, S.K & White, J.N. 2017. Psychology fifth edition. England: Pearson Education
- www.alodokter.com
Komentar
Posting Komentar