PSIUM II : EMOSI DAN MOTIVASI
Nama : Syekar Ayu Ghalbiyah
Nim : 2110323027
Pengampu Matakuliah :
1. Dwi Puspasari, M. Psi.,Psikolog
2. Mafaza, S.Psi., MSc
3. Liliyana Sari, S.Psi., M.Sc
Hai readers kali ini ga terasa udah masuk ke GulirTinta's 17
Eh.. ternyata 2 minggu lagi mimin akan menghadapi uts nii...
yukk bisa semoga yang sedang dan akan menjalani uts dimudahkan ya
Nah berbicara mengenai uts, kalian udah pada siap ga nih?? Gimana persiapan belajarnya??
Apakah untuk belajar kalian butuh motivasi?? Sebenarnya apasi keterkaitan antara emosi dan motivasi?
Yuk simak blog kali ini
I. MOTIVASI
Motivasi adalah kondisi dimana seseorang merencanakan, memilah, serta mengeksekusi sesuatu sehingga keinginan fisik atau psikologis terpenuhi ( Petri, 1996). Ketika ada motivasi, maka hal yang direncakan tersebut akan terlaksana. Contoh : Ketika seseorang ingin lulus sekolah kedinasan, maka hal yang perlu dipersiapkan adalah mendalami materi dan memperkuat fisik. Jadi dapat dikatakan bahwa keinginan orang tersebut untuk lulus dalam sekolah kedinasan agar membanggakan kedua orang tua merupakan motivasi mereka dalam belajar dan latihan fisik.
Types of Motivation
- Motivasi Intrinsik, adalah jenis motivasi yang apabila hal atau kegiatan tersebut dilakukan berguna untuk kepuasan diri individu tersebut. Contoh : Ketika kita melakukan ibadah sunah hal tersebut adalah contoh motivasi dari internal kita karena mencapai kepuasan pribadi dan merasa hal tersebut merupakan aktivitas untuk meningkatkan keimanan.
- Motivasi Ekstrinsik, adalah jenis motivasi yang apabila hal atau kegiatan baik dilakukan berguna untuk mencapai suatu penghargaan eksternal. Contoh : Ketika kita berada dalam suatu organisasi, kita melakukan kontribusi besar untuk organisasi tersebut dan yang kita harapkan adalah kemungkinan untuk mengambil alih jabatan tertentu dalam organisasi tersebut.
Early Approaches to Understanding Motivation
Instincts and the Evolutionary Approach
Para Ilmuan zaman dahulu seperti James dan McDougall mengatakan bahwa hal yang dilakukan makhluk hidup di muka bumi ini diatur oleh insting atau naluri. Upaya awal untuk memahami motivasi berfokus pada pola perilaku bawaan dan ditentukan secara biologis yang disebut sebagai insting. Tteapi tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku manusia juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.
Drive-Reduction Theory
Drive-Reduction Theory adalah pendekatan motivasi yang mengatakan bahwa perilaku muncul karena dorongan fisiologis guna untuk memenuhi kebutuhan dan mengurangi ketegangan. Dalam teori ini pun juga termasuk tentang konsep homeostasis yaitu kecenderungan tubuh untuk mempertahkan keadaan stabil. Dapat dikatakn terdapat 2 isitilah, yaitu :
- Need, adalah bagian materi yang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Contohnya butuh makan dan minum
- Drive, adalah dorongan ketika tubuh akan memeuhi kebutuhan sehingga memotivasi individu untuk bertindak sesuai dengan keadaan yang dibutuhkan. Ada 2 jenis, drive, yaitu :
- Primary Drives, adalah dorongan yang melibatkan kebutuhan dasar seperti lapar dan haus.
- Acquired (Secondary) Drive, adalah dorongan yang dipelajari melalui pengalaman atau pengkondisian, seperti kebutuhan akan uang dan pengakuan sosial.
Kelemahan dari teori in adalah tidak menjelaskan semua motivasi manusia karena terdapat berbagai jenis kebutuhan yang lain dan tingkat kepentingan yang berbeda untuk banyak perilaku.
Different Strokes for Different Folks: Psychological Needs
Mcclelland’s Theory: Affiliation, Power, and Achievement Needs
McClelland menyoroti tiga kebutuhan penting yaitu affiliation, power, and achievement needs.
- Need for Affiliation (nAFF), yaitu kebutuhan akan interaksi sosial dan berhubungan baik dengan orang lain. Orang yang memiliki kebutuhan ini adalah mereka yang ingin disukai dan memiliki peran dalam lingkungan sosial.
- Need for Power (nPow), yaitu kebutuhan untuk memiliki kendali dan pengaruh atas orang lain. Contoh: seorang influencer atau politikus.
- Need for Achievement (nAch), yaitu kebutuhan yang melibatkan keinginan kuat untuk berhasil dalam mencapai tujuan yang bukan hanya realistis tetapi juga menantang.
Arousal and Incentive Approaches
Arousal Theory
Arousal theory adalah teori dimana seseorang memiliki tingkat ketegangan optimal yang coba mereka pertahankan dengan menambah atau mengurangi rangsangan.
Contoh : ketika kita akan mengahdapi ujian, maka secara otomatis dengan ketegangan yang ada detak jantung kita berdetak lebih cepat dan biasanya keluarnya keringat.
Incentive Approaches
Incentive adalah hal yang menarikk orang untuk melakukan tindakan. Selanjutnya Incentive Approaches adalah teori motivasi yang menjelaskan bahwa perilaku sebagai respon terhadap stimulus eksternal.
Humanistic Approaches
Maslow’s Hierarchy of Needs
Berikut adalah gambar piramida Maslow:
Menurut motivasi maslow ini, untuk mencapai suatu pengakualisasian diri, kita sebagai manusia harus memnuhi kebutuhan tersebut mulai dari kebutuhan dasar. Apabila ada kebutuhan dasar yang terpenuhi maka pengaktualisasian tidak dapat terwujud. Menurut Maslow, aktualisasi diri adalah titik yang jarang dicapai dimana orang telah puas dengan pencapaian pada kebutuhan yang lebih rendah.
Self-Determination Theory (SDT)
Teori motivasi ini sebenarnya mirip dengan hierarki Maslow. Dalam teori ini terdapat 3 kebutuhan bawaan dan universal yang membantu orang mendapatkan pemahaman diri yang baik dan memahami orang lain.
- Otonomi, yaitu kebutuhan untuk mengendalikan perilaku dan tujuan sendiri atau bisa disebut penentuan nasib sendiri.
- Kompetensi, yaitu kebutuhan yang membuat hidup seseorang merasa tertantang.
- Keterkaitan, yaitu kebutuhan untuk memiliki hubungan yang spesial dengan orang lain.
II. Lapar
Apa ya penyebab manusia bisa merasakan lapar?
Berikut adalah hal-hal yang berkaitan dengan rasa lapar dan pengaruh lainnya:
- Hormon Insulin, merupakan hormon yang muncul sebagai pengontrol kadar lemak ketika kita makan dan mengurangi kadar glukosa dalam darah.
- Glukagon, merupakan hormon untuk mengontrol kadar lemak, protein, dan karbohidrat dalam tubuh dengan cara meningkatkan kadar glukosa dalam aliran darah.
- Leptin, merupakan hormon yang dilepaskan ke aliran darah kemudian menuju hipotalamus memberikan info makanan sudah cukup dan terasa kenyang.
- Hipotalamus Ventromedial adalah bagian yang terlibat dalam menghentikan respon makan ketika kadar glukosa naik sedangkan hipotalamus lateral adalah bagian yang mempengaruhi permulaan makan ketika kadar insulin naik.
- Weight Set Point adalah titik tingkat berat yang dipertahankan oleh tubuh.
- Basal Metabolic Rate (BMR) adalah keadaan dimana tubuh membakar energi ketika organisme dalam keadaan istirahat.
III. EMOSI
Emosi adalah aspek perasaan dari kesadaran yang mengungkapkan perasaan yang dirasa ke lingkungan eksternal. Berikut tiga elemen emosi, yaitu :
- The Physiology of Emotion, bagian yang berperan adalah amigdala. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa emosi akan diterima di bagian otak tertentu sesuai dengan jenisnya. Seperti ketika menegnali ekspresi wajah seseorang yang lebih berperan adalah hemisfer kanan.
- The Behavior of Emotion: Emotional Expression, menurut Darwin emosi adalah produk evolusi karena memiliki ekspresi yang sama disaat momen tertentu. Menurut Ekman dan Friesen terdapat 7 bentuk emosi yaitu, marah, takut, jijik, bahagia, terkejut. , kesedihan, dan penghinaan.
- Subjective Experience: Labeling Emotion, label emosi ini biasanya juga dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan. Contoh: orang indonesia ketika ingin memulai percakapan dengan orang baru cenderung mengatakan "permisi dan maaf"serta dengan senyuman sedangkan orang barat langsung menyapa dan lebih to the point.
- Distinguish among the common-sense, terjadi ketika suatu stimulus merangsang gerakan tubuh. Dapat disimpulkan adanya stimulus-->ketakutan disadari-->ANS (autonomic nervous system (autonomic nervous system) Arousal respon tubuh Contohnya: saat kita mendengar suara anjing mengaum, maka kita akan ketakutan kemudian berlari.
- James-Lange, terjadi ketika ada rangsangan--> respon tubuh/ ANS arousal--> rasa takut
- Cannon-Bard, teori ketika reaksi fisiologis bersamaan dengan emosi yang diasumsikan. Contoh: saat mendengar suara anjing langsung berlari.
- Facial Feedback Theories of Emotion, menyatakan bahwa emosi mempengaruhi wajah dan wajah mempengaruhi emosi. Contoh: saat kita mendapatkan nilai A kita bahagia dan tersenyum, dan sebaliknya bila kita tersenyum maka akan bahagia.
- Cognitive Arousal Theory, menurut teori ini bahwa perilaku fisiologis harus ditafsirkan secara kognitif sebelum mengalami emosi tertentu. Contoh : saat kita melakukan gathering organisasi pertama kali, kita harus melihat kondisi orang disana apakah mereka cenderung ramah atau lebih formal sehingga bila kita sudah mengetahui nya maka emosi kita akan terbentuk sesuai dengan kondisi tersebut.
- Lazarus and the Cognitive-Mediational Theory of Emotion, menurutnya emosi terjadi karena ada konfigurasi antara kognitif dan pengalaman yang berubah sesuai dengan keadaan individu dan lingkungan. Contoh: saat kita melihat harimau di kebun binatang tidak ada rasa takut karena harimau tersebut berada di dalam pagar sedangkan bila kita melihat harimau bebas di hutan maka rasa takut itu akan muncul.
Source : Ciccareli, S & White, J. 2018. Psychology Fifth Edition Global Edition. England : Pearson Education Limited

Komentar
Posting Komentar