Bagaimana Perkembangan Awal Fisiologi dan Tumbuhnya Psikologi Eksperimen ya?

#GulirTinta’S4

Selamat datang kembali di GulirTinta’s episode 4 hehhehe… Ga kerasa nih selama kuliah haha hihi eh taunya udah mau UTS wkwkwkwwk. Nah kali ini kita akan membahas gimana si perkembangan awal di fisiologi dan psikologi eksperimental. Apa si yang kalian pikirin kalau dengan kata “eksperimen” , gini ya???Yuk cek materi kali ini, jangan bosan yaa….

 


 

 

Dimulai dari adanya perbedaan hasil ukuran saat mengatur jam kapal saat bintang melintasi garis di teleskop  oleh Kinnerbrook dan Makelyne. Menurut Friedrich Bessel, kesalahan ukuran itu bukan karena ketidakmampuan dari salah satu pengamat, namun terjadi karena perbedaan individu dari pengamat.  Awalnya para peneliti, memiliki keinginan untuk mempelajari tentang kesadaran manusia di dunia umum.  Ahli di psikologi ekperimental ini bukan seorang filsuf lagi namun sudah banyak muncul seperti ilmuan matematika, dan lainnya.

Nah, pada zaman ini, para ilmuan lebih mencari bagaimana stimulus itu bisa kita tangkap. Pada zaman ini, juga sudah mulai terdapat perbedaan pandangan antara subjektif dan objektif. Terdapat juga diskripansi dan reality yaitu adanya ketidaksesuaian terhadap benda yang kita lihat dengam stimulus yang tersedia. Contohnya menurut Newton, yang kita tangkap lampu itu berwarna putih sedangkan pada kenyataan nya warna putih itu ditimbulkan dari banyak gabungan spektrum warna. Berikut adalah ilmuan yang mulai mengenalkan psikologi eksperimen :

 

1.     Bell and Magendie

Pada awalnya pemisahan antara saraf sensosrik dan motoric telah digagas oleh Alexandria dan Eristratus. Namun pada beberapa tahun berikutnya Bell hanya mempublikasikan hasil temuannya hanya kepada teman-temannya. Hal ini menyebabkan Magendie merasa berhasil menemukan hasil tersebut karena hasil temuan dari Bell tersebut belum tersebar secara luas. Sejarah menyelesaikan persengketaan tersebut dengan menetapkan penemuan tersebut sebagai Hukum Bell-Magendie. Hukum Bell-Magendie menunjukkan saluran sensorik dan motoric terpisah di medulla spinalis dan menyarankan daerah sensorik dan motoric untuk berpisah di otak.  Bell dan Magendie telah memverifikasi bahwa kedua saraf tersebut memiliki jenis dan fungsi yang berbeda.

 

 

2.     Johannes Muller (1801-1858)

Menurut Muller masing-masing system saraf memiliki sensori sehingga menimbulkan sesnsitivitas yang berbeda-beda. Selanjutnya menurut Muler ada “Aduquate Stimulation” yang artinya bila mendapatkan stimulus yang cocok maka saraf akan bekerja aktif. Contohnya mata menerima impuls dengan adanya sensor gelombang cahaya dan listrik. Beliau juga setuju dengan adanya aktif mind. Beliau menyimpulkan bahwa saraf bertanggung jawab dan otak sebagai penentunya. Muller juga sebagai pendiri Institut Fisiologi Eksperimental pertama di Universitas Berlin.

 

3.     Herman Von Helmholtz (1821-1894)

Helmholtz merupakan pedukung seorang materialistic karena beliau percaya bahwa fisika dan kimiawi berperan penting dalam kehidupan. Beliau menentang keyakinan Muller pada vitalisme dimana menurut Muller bahwa vitalisme ini, kehidupan tidak bergantung hanya pada fisika dan kimiawi saja tetapi juga berkaitan dengan jiwa, perasaan, dll. Berikut beberapa prinsip dari Helmholtz :

·       Prinsip kekekalan energi, dimana prinsip ini merupakan energi tidak dapat diciptakan atau hilang tetapi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain.

·       Tingkat Konduksi saraf , menurutnya konduktivitas saraf hampir seketika sehingga membuatnya terlalu cepat untuk diukur.

·       Teori Persepsi, Helmholtz berpikir bahwa pengalaman masa lalu pengamat bisa mengubah sensasi menjadi persepsi. Persepsi mengubah apa yang indra berikan sehingga dapat disimpulkan bahwa Helmholtz mendukung empirisme.

·       Teori penglihatan warna, beliau berpendapat bahwa adanya “teori trikromatik” yakni senstif terhadap warna merah, biru, dan hijau.

·       Teori persepsi auditori, beliau menemukan bahwa Panjang viber yang diterima berbanding terbalik dengan frekuensi yang dihasilkan. Apabila frekuensi suara yang dihasilkan kecil, maka yang merespon adalah viber yang Panjang.

·       Teori tanda, beliau berasumsi bahwa ada hubungan dinamis antara kemauan, sensasi, dan refleksi Ketika pikiran mencoba untuk menciptakan pandangan terhadap eksternal.

4.     Ewald Hering (1834-1918)

Menurutnya, ada peristiwa yang tidak bisa dijelaskan oleh Helmholtz yang menyatakan hanya 3 warna yaitu merah, hijau, dan biru.

Adanya Pace Perception and Colour vision. Adanya :

·       After image yaitu pancaran warna yang bila terlalu lama akan terpancar aktivasi dari stimulus. Contohnya dalam satu batang satu batang dibagian atas berwarna merah dan dibawah berwarna hijau sehingga warna yang terpancar adalah warna hijau karena terlalu lama terpancar di stimulus.

·       Space perception yaitu karakteristik bawaan dari mata sehingga dapat mengkategorikan informasi tinggi, dalam, serta posisi kanan dan kiri.

5.     Christine Ladd

Teori penglihatan menurut Ladd bahwa penglihatan tepi (disediakan oleh batang retina) lebih primitf dari penglihatan fovea (disediakan oleh kerucut retina).

6.     Franz Joseph Gall, Beliau merupakan orang pertama yang menghubungkan ciri-ciri kepribadian tertentu dan pola perilaku dengan aktivitas otak. Menurutnya proses mental setiap individu itu berbeda. Dimana masing-masing otak pun memiliki fungsi tertentu yang kemudian akana membentuk cekukan berarti otak tersebut semakin aktif.

7.     Pierre Flourens

Frenologi masih jauh dari pengakuan universal, menurutnya klaim itu harus dibuktikan secara ilmiah. Flourens kemudian menggunakan metode ablasi atau ekstirpasi dengan melakukan pembedahan otak kemudian mencari tahu konsekuensi dari kehilangan bagian otak tersebut. Menurutnya belahan kortikal tidak memiliki fungsi local.

 

8.     Paul Broca

Broca menggunakan metode klinis dimana dia meragukan pendapat fkourens bahwa korteks bertindak secara keseluruhan. Beliau mendukung adanya faculty of mind. Beliau meneliti adanya kerusakan hemisfer kiri yaitu bagian broca menyebabkan gangguan dalam menghasilkan bahasa. Namun orang tersebut  paham apa yang disampaikan orang.

 

9.     Ernst Einrich Weber

Meneliti yang berhubungan dengan sentuhan dan kinestetis yaitu otot. Inti dari teori Weber ini adalah Jnd. Jnd adalah kemampuan tubuh untuk mendeteksi stimulus yang berbeda. Contohnya yaitu apabila kita mendeteksi rasa manis pada 100 ml air itu maka akan kelihatan bedanya dengan mendeteksi rasa manis pada 20 ml air. Berikut adalah hukum Weber :

 S = K  LOG R

Keterangan =

S= stimulus

K = Konstanta

R= dalam Bahasa Jerman berarti stimulus standar

Selanjutnya ada Psychophysical methods terdiri dari 3, yaitu :

·       Limit : Memperkirakan range stimulus 1 dan 2

·       Constant Stimuli : untuk mendeteksi terhadap 2 benda yang berbeda stimulis

·       Adjustment : Cara yang digunakan jika ingin membentuk kedua benda yang berbeda menjadi sama.

 

10.  Gutav Theodor Fechner

Menurutnya sensasi berkaitan dengan dengan stimulus. Fechner merupakan pemcipta psikologi bidang psikofisika.


Sekian blog saya kali ini, terima kasih🤍

Komentar

  1. alhamdulilah..terima kasih kak, saya jadi sangat paham dengan materinya berkat blog kaka <3! semangat berkarya kak <3

    BalasHapus
  2. Blog selanjutnya sangat dinantikan ya kakak 👍🏻

    BalasHapus
  3. Terima kasih, Kak! Materinya sangat bermanfaat 👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIUM II : EMOSI DAN MOTIVASI

History of Psychology

PSIUM II : PERSPEKTIF BIOLOGIS DALAM PSIKOLOGI