Behaviorisme??
Haii readers, balik lagi ni di GulirTinta'S episode 8 heheheh
Nah kali ini tentunya lanjutan materi kita yeaa...Sebelum lanjut ke materi boleh ni dengerin dulu lagu biar makin semangat yeaa
Seperti yang kita ketahui, bahwasanya seiring perkembangan zaman, para ilmuan pun makin mengembangkan pola pikir mereka demi kemajuan ilmu pengetahuan. Pada pertemuan sebelumnya, kita telah membahasa mengenai sturkturalisme dan fungsionalisme. Strukturalisme lebih berfokus pada struktur yang diperoleh dari metode intropeksi, sedangkan fungsionalisme lebih menekankan pada fungsi praktis psikologi. Salah satu ilmuan fungsionalisme yaitu Thorndike. Beliau adalah seorang dokter hewan. Dia tidak sepenuhnya menyangkal metode introspeksi, dia menggunakan terminologi mentalistik dalam karyanya. Kemudian Thorndike menciptakan ketegangan antara peneliti hewan dan pendukung metode intorspeksi. Dari ketegangan inilah kemudian, ehaviorisme sebagai karakter revolusioner.
Berikut adalah beberapa pendukung ilmuan mengenai behaviorisme:
1. Ivan M.Sechenov
Beliau merupakan seorang pendiri psikologi objektif Rusia. Sechenov dengan tegas menyangkal bahwa pikiran mempengaruhi perilaku. Dia berpegang teguh bahwa perilaku itu dipengaruhi oleh sensor eksternal.
Konsep Inibisi Sechenov
Penemuannya tentang konsep inhibisi di otak ini membuatnya semakin yakin bahwa psikologi bisa dipelajari dari segi fisiologi. Menurut Sechenov terkadang respon terhadap stimulus sebagian atau seluruhnya dihambat atau bahkan tidak dihambat. Stimulus dengan dengan intensitas yang sangat rendah dapat menimbulkan respon yang sangat intens sedangkan stimlus dengan intensitas tinggi dapat menimbulkan sedikit respon. Perlu dicatat, bahwa refleks menurut Sechenov ini bermaksud bahwa setiap gerakan organ dipengaruhi oleh adanya peristiwa yang mendahuluinya.
2. Ivan Petrovich Pavlov
Pavlov merupakan penerus Sechenov dan Elias Cyon dalam mempelajari fisiologi. Pavlov percaya bahwa fakta lebih konkrit dari teori, karena menurutnya fakta dapat berdiri sendiri sedangkan teori penguat yang dapat diterima ataupun ditolak. Pavlov menyadari bahwa refleks terkondisi dapat dijelaskan dengan prinsip kedekatakan asosiasi dan frekuensi. Menurutnya refleks terkondisi dapat dipejelaskan dengan saraf dan fisiologi otak. Pavlov tidak menentang psikologi karena mempelajari kesadaran namun karena menggunakan metode intropeksi.
Konsep Eksitasi dan Inhibisi
Beliau percaya bahwa sistem saraf pusat bisa bekerja untuk mempercepat atau memperlambat. Pavlov juga percaya bahwa semua gerakan itu refleksif yaitu berasal dari rangsangan sebelumnya. Pola eksitasi dan inhibisi yang menjadi ciri otak pada saat tertenu disebut dengan mosaik kortikal. Jika stimulus terkondisi diberikan kepada satu organisme kemudian tidak diikuti dengan stimulus tak terkondisi berturut-turut maka respon terkonsidi secara beransur akan berkurang bahkan menghilang. Selanjutnya jika stimulus terkondisi hilang kemudian disajikan lagi stimulus terkondisi dan akhirnya menimbulkan respon terkondisi. Hal ini disebut dengan pemulihan terkondisi.
Pavlov mengklasifikasikan hewan menjadi 4 jenis menurut sistem sarafnya berdasarkan penelitiannya:
- Hewan yang memiliki kecenderungan rangsang sangat kuat
- Hewan yang memiliki kecenderungan rangsang cukup kuat
- Hewan yang memiliki kecenderungan penghambatan rangsang sangat kuat
- Hewan yang memiliki kecenderungan penghambatan rangsang cukup kuat
3. Vladimir M. Bechterev
Beliau menciptakan eksperimen Rusia pertama laboratorium psikologi. Bachterev seperti Pavlov dan Sechenov bahwa psikologi objektif tetapi dia lebih berfokus pada stimulasi lingkungan dan perilaku. Bachterev telah menulis psikologi objektif tahun 1885.
Prinsip Refleksologi Manusia
Refeksologi Bachterev mempelajari hubungan antara perilaku seperti ekspresi wajah, gerak tubuh maupun ucapan dengan kondisi fisik yang terjadi, biologis, serta kondisi sosial.
Perbedaan Pendapat Pavlov dan Bachterev
Baik Bachterev maupun Pavlov mempelajari refleks terkondisi pada waktu yang hampir bersamaan. Sehingga bagi Pavlov menyebutnya refleks terkondisi dan Bachteev menyebutnya refleks asosiasi. Bachterev mengkritik Pavlov mengenai refleks terkondisi menurut Pavlov. Terdapat beberapa kelemahan dari metode Pavlov ini, yaitu :
- Operasi diperlukan untuk mengumpulkan cairan lambung dari perut.
- Prosedur Pavlov tidak digunakan dengan mudah untuk manusia.
- Penggunaan asam pada hewan percobaan dapat mencemari ekperimen.
- Jika makanan digunakan sebagai stimulus tanpa syarat, hewan pada akhirnya akan menjadi kenyang dan karena itu tidak lagi merespons dengan cara yang diinginkan.
- Refleks sekretori adalah bagian yang relatif tidak penting dari perilaku organisme.
- Refleks sekretorik tidak dapat diandalkan dan oleh karena itu sulit untuk diukur secara akurat.
4. John B. Watson
Watson merupakan seorang anak dari ibu yang sangat taat dalam beragama dan ayah yang bertentangan dengan hal tersebut. Saat usia remaja, sebelum kuliah dia pernah dianggap oleh saudaranya Edward sebagai seorang pengacau dalam kehidupan keluarga nya. Setelah lulus kuliah, beliau mengajar di Universitas Chicago. Dibawah pengaruh Angell dan Hanry Donaldson, Watson mulai mempelajari tikus putih. Dan saat itu juga, Watson berkeinginan untuk mengembangkan behaviorisme. . Menggunakan tikus berusia 6 bulan yang sebelumnya telah mempelajari labirin, Watson mulai secara sistematis menghilangkan satu demi satu sistem sensorik, dengan harapan dapat mempelajari sistem sensorik mana yang digunakan tikus untuk melintasi labirin dengan benar. Jika labirin dibuat lebih pendek atau lebih panjang, setelah penghancuran indra kinestetik, tikus menjadi bingung dan membuat banyak kesalahan.
Psikologi Objektif
Watson pertama kali secara terbuka mengumumkan pandangan behavioristiknya pada tahun 1908 di sebuah kolokium di Universitas Yale. Watson merupakan seorang penemu psikologi objektif Rusia. Beliau menolak adanya metode introspeksi dan mentalisme. Menurutnya kesadaran tidak bisa menimbulkan rekasi, itu hanyalah sebuah fenomena yang menyertakan reaksi fisiologis sehingga disebut sebagai epifenomenom. Watson juga menyebut otak sebagai "kotak misteri" yang digunakan untuk menjelaskan perilaku ketika penyebab sebenarnya tidak diketahui. Stimulus (kondisi lingkungan eksternal ataupun kondisi internal organisme) yang efektif akan menimbulkan adanya respon.
Jenis Perilaku
Ada empat jenis perilaku:
- eksplisit (terbuka) perilaku yang dipelajari seperti berbicara, menulis, dan bermain bisbol;
- implisit (tersembunyi)perilaku yang dipelajari seperti peningkatan denyut jantung yang disebabkan oleh melihat bor dokter gigi;
- perilaku eksplisit yang tidak dipelajari seperti menggenggam, berkedip, dan bersin;
- perilaku implisit yang tidak dipelajari seperti sekresi kelenjar dan perubahan sirkulasi
Peran Naluri dan Perilaku
Awalnya Watson mengutamakan naluri dalam teorinya. Namun, tahun 1919 menurutnya, naluri yang ada pada bayi tersebut bisa dipelajari. Tahun 1925, Watson benar-benar menolak teori naluri dan menurutnya ada beberapa respon refleks seperti bersin, menangis, dll tidak ada perilaku bawaan (naluri). Adapun pernyataan Watson yang paling terkenal dan intinya yaitu "berikan dia bayi dan kemudian dia akan mengasuh bayi tersebut sehingga bisa menjadi orang yang diinginkannya".
Percobaan Bayi Albert
Watson dan istrinya Rosalie Rayner melakukan perocbaan terhadap bayi yang berusia 11 bulan yang bernama Albert. Mereka menyediakan tikus putih . Awalnya Albert merasa antusias dan berusaha untuk mendekati tikus tersebut. Saat mendekat tikus tersebut, diberikan suara keras dimana baja dipukulkan dengan palu. Hal tersebut dilakukan berulang ketika Albert ingin meraih tikus tersebut. Alhasil, Albert merasa takut dengan suara tersebut dan kemudian setiap melihat benda yang memiliki bulu putih Albert merasa takut hal yang sama terjadi lagi.
Terapi Perilaku
Terapi ini dilakukan untuk menghilangkan suatu trauma tertentu pada anak. Ada contoh kasus dimana salah seorang anak bernama Peter yang memiliki trauma terhadap sesuatu yang berwarna putih. Selanjutnya cara yang dilakukan Jones dan Watson adalah mereka berusaha melakukan pembiasaan kepada anak tersebut, saat makan siang disuatu karantina yang sangat besar, mereka meletakkan kelici putih di dalam kandang yang jaraknya jauh dari Peter saat dia makan siang. Hal tersebut dilakukan terus menerus hingga kelinci tersebut diletakkan dengan jarak yang sangat dekat bahkan bisa makan siang di samping Peter. Rasa takut Peter terhadap kelinci pun hilang sehingga sekarang dia bisa makan sambil bermain dengan kelinci.
5. William McDougall
Dougall merupakan seorang penentang Watson. Beliau selalu menggangap dirinya sebagai murid William James. McDougall merupakan seorang behavioris metodologis. Menurutnya, proses mental masih ada dalam pengaruh respon yang dihasilkan.
Perilaku Purposive
- Perilaku purposive adalah spontan
- Bila tidak ada ragsangan lingkungan, perilaku yang tadi tersebut bertahan lama
- Meskipun perilaku purposive konstan, tapi tetap memiliki tujuan yang bervariasi
- Perilaku ini akan berakhir bila tujuan telah tercapai
- Perilaku purposive lebih efektif bila dilakukan dengan latihan
Pentingnya Insting
Menurutnys, setiap manusia memiliki naluri yang kemudian memberikan motivasi. Setiap naluri memiliki tiga komponen, yaitu:
- Persepsi, ketika naluri aktif mereka akan merespon rangsang
- Perilaku, seseorang akan terlibat untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan sampai kepuasan tercapai
- Emosi, merespon dengan emosi seperti senang, sedih sesuai rangsangan
Komentar
Posting Komentar