Perkembangan Awal Psikologi Modern

         Haiii gimana ni perasaan nya udah uts?? Senang ga nii? pastinya happy kan ya, apalagi yang udah melewati uts dengan hasil yang memuaskan tentunya lebih senang lagi nih heheheh.. Tapi, jangan senang dulu gais, karena masih ada next challenge yaitu uas hahahahahh...yuk keep spirit!!!
 
sebelum itu boleh nii dengerin music biar relax baca materinya xixixix
 
 
 
       Nah, sekarang balik lagi nih dengan episode GulirTinta'S5. Kali ini, kita masih membahas sejarah psikologi gitu deh, pastinya bagi teman-teman yang suka sejarah pasti matkul PSIUM I ini wow banget kan ya sesuai passion kalian, tapi...bagi kalian yang ga suka sejarah, jangan khawatir ni karena materi psikologi modern ini seru abis gais. Tau ga si kenapa bisa ada psikologi modern ini?? Apasi yang kalian pikirkan kalau dengar kata "modern" yang digabungkan dengan "psikologi"?? hemmmm bingung ga? Kalau bingung, yuk simak blog kali ini.
 
 
 
 
 

 
 
    Setelah para pelopor psikologi ekperimental yaitu Weber, Helmholtz, dan Fechner menjelaskan bahwa proses mental berkaitan dengan fisiologis dan dapat dibuktikan dengan eksperimen, maka ilmu psikologi ini semakin berkembang. Pada tahun 1862, Wundt merasa bahwa psikologi ini tidak hanya percobaan saja, tetapi juga  bisa menjadi ilmu tersendiri.  Psikologi ini sebagai suatu ilmu pengetahuan, sudah berdiri sendiri sekitar abad ke-18, dari berbagai tokoh kemudian terbentuk berbagai aliran dengan berbagai teori nya pula. Tujuan dari aliran-aliran tersebut tidak lain adalah untuk memperdalam pengetahuan mengenai ilmu psikologi ini sendiri. Tujuan dari psikologi modern ini adalah untuk menunjukkan pada dunia bahwa ilmu psikologi ini merupakan ilmu baru yang memiliki kedudukan  sejajar dengan ilmu  yang telah berdiri sebelumnya. Siapa aja ya tokoh psikologi modern ini? Ya, berikut adalah tokoh psikologi modern:


        1. Wilhelm Maximilian Wundt (1832-1920)

    Wundt merupakan seorang anak pastor Lutheran. Beliau mendapatkan pola asuh dari orang tua yang cukup keras sehingga membuatnya menjadi anak yang agak kaku dan berkomitmen untuk belajar secara sistematis. Awalnya, Wundt memiliki tujuan untuk mengambil bidang fisiologi pada tingkat universitas, namun karena kendala biaya akhirnya Wundt mengambil jurusan kedokteran. Selama 4 tahun beliau berkuliah, beliau sama sekali belum tertarik untuk menjadi dokter. Kemudian beliau pergi ke Berlin untuk mempelajari fisiologi di Institut Fisiologi Johannes Muller. Setelah setahun belajar disana, beliau oun menyelesaikan pendidikan dokternya dan lanjut mengajar fisiologi. 
    Awal mula Wundt tertarik dengan psikologi adalah karena ilmu fisiologi yang dipelajari nya. Ada satu karya Wundt yang paling penting dalam psikologi yaitu "Principles of Physiological Psychology" pada tahun 1874. Karya tersebut menggunakan sistem psikologi yang menyelidiki pengalaman langsung dari kesadaran  termasuk emosi yang dipelajari nya melalui intropeksi. Oh iya manteman... Wundt ini juga merupakan seorang pendiri Laboratorium Psikologi pertama di Unibersitas Leipzig tahun 1879 loh yang kemudian menjadi titik tolak berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan  yang berdiri sendiri. 
    Selanjutnya, tahun 1881, Wundt membuat riset jurnal dengan menggunakan metode ekperimental yaitu melalui objek hewan dan manusia. Dari hasil pengamatannya tersebut, Wundt kemudian mencetuskan teori tentang komposisi jiwa yang terkenal dengan aliran strukturalisme. Wundt dikenal sebagai "bapak psikologi modern".
 
    Adapun teori tiga dimensi perasaan menurut Wundt, yaitu :     
 
        1. Pleasent and Unpelasent : yaitu perasaan senang dan tidak senang
        2. Exitedment and Calm: yaitu perasaan senang secara berlebihan dan perasaan yang terkontrol                                                       (teruangkap tidak menunjukkan perasaan sebenanrnya)

        3. Strain and Relaxation : yaitu perasaan yang masih berbentuk harapan dan perasaan yang telah                                                       terwujud dalam kenyataan 

Menurut Wundt, ada 2 elemen dasar dari pengalaman mental, yaitu :

        1. Sensasi : Proses datangnya ransangan dari indra yang kemudian menjadi impuls yang akan                                     disalurkan pada bagian otak yang sesuai dengan rangsangan yang datang.

        2. Perasaan/ emosi : perasaan apapun yang dijelaskan dalam suatu keadaan namun tidak muncul                                             secara lansgung dari panca indra.

   Istilah persepsi, apersepsi, dan sintesis kreatif menurut Wundt:
 
          1. Persepsi         : yaitu proses menerjemahkan secara pasif dari rangsangan fisik yang ada, baik                                       itu dari anatomi individu masa kini maupun pengalaman individu masa lalu.                                              Bersifat pasif  dan otomatis.
           2.  Apersepsi        : yaitu proses akulturasi antara pengalaman lampau dan pengalaman yang baru                                         sehingga menimbulkan kesan pengalaman yang lebih luas. 
          3.  Sintesis Kreatif : yaitu elemen-elemen pikiran dapat diatur dan disusun ulang sesuai keinginan                                           individu dan susunan tersebut benar-benar tidak pernah dialami sebelumnya.
 
Menurut Wundt, kesadaran terbagi menjadi 4, yaitu :
 
        1. Mind ( ingatan)                    : yaitu  tempat menyimpan ide-ide dan poses pikiran
        2. Observation ( pengamatan) : pengidentifikasian melalui indra terhadap semua hal yang berada                                                                di luar individu 
        3. Emotion ( emosi )                 : hal kompleks yang dibangun dari pengalaman dan pengamatan
        4. Abnormality (abnormalitas)  : hilangnya proses kontrol apersepsi dan proses atensi
 
     
Adapun istilah mental chronometry yaitu kategorisasi yang akurat tentang waktu yang yang diperlukan untuk melakukan berbagai tindakan mental.
 
Selanjutnya pada abad ke-19 Wundt mencetuskan Volkerpsychologie yaitu metode psikologi. Namun, istilah ini diciptakan oleh filsuf sosial pasca-Hegel, Heymann Steinthal dan Moritz Lazarus. Wundt dikenal luas karena karyanya dengan psikologi eksperimental. Volkerpsychologie ini juga disebut sebagai psikologi kelompok. Wundt menunjukkan bahwa kita sering mempertahankan arti kata-kata seseorang daripada kata-kata spesifiknya yang orang gunakan untuk menyampaikan makna tersebut.
 
Contoh :  
Saat orang tua kita berbicara pada kita menasehati panjang lebar, latar belakang mengapa mereka menasehati serta tujuan mereka menasehati tersebut. Tentunya, kita sebagai anak tidak bisa mengingat 100% kata demi kata yang telah mereka ungkapkan. Maka dari itu, kita hanya mengetahui inti dari pesan yang disampaikan oleh orang tua kita tesebut sebagai bahan intropeksi diri.  
 
 
2. Edwar Bradford Titchener (1867-1927)

    Beliau merupakan keturunan dari keluarga yang kurang mampu sehingga untuk melanjutkan pendidikan hanya mengandalkan berbagai beasiswa. Beliau juga mengambil jurusan fisiologi di Universitas Oxford . Beliau juga tertarik dengan tulisan Wundt sehingga menerjemahkan buku Wundt "Principles of Physiological Psychology" edisi ketiga. Karena saat itu, psikologi Wundt belum booming di Oxford, beliau pergi ke leipzing menjadi murid Wundt serta mendapatkan gelar Ph D nya disana serta mendapat gelar profesor nya di Universitas Cornell, Ithaca New York. 
 
    Beliau juga pendukung teori strukuralisme yaitu penggambaran mengenai elemen-elemen mental . Titchener berfokus pada peristiwa sadar yang dapat diamati melalui instropeksi. Tujuan dari strukturalisme ini adalah menggambarkan tentang kehidupan mental. Titchener juga menjelaskan tentang apa, bagaimana dan kenapa dari kehidupan mental.

    1. What : Apa yang menjadi katalog dari elemen mental dasar yang menjelaskan semua pengalaman                     kesadaran.
 
    2. How : Bagaimana menjawab pertanyaan unsur-unsur mental dapat tergabung
    3. Why : Melibatkan pencaharian tentang neurological yang berhubungan dengan peristiwa mental
 
 
    Menurut Titchener dasar dari elemental experience yang berasal dari pengalaman kognitif kompleks yang telah dibangun. Subjek kajian Titchener adalah sensasi, bukan persepsi. 
 
    Ada 3 unsur kesadaran menurut Titchener, yaitu :
 
    1. Sensasi
    2. Images
    3.  Afeksi
 
    Beliau menolak teori tiga dimesi perasaan Wundt. Menurut Titchener, afeksi hanya dapat dijelaskan dalam istilah  pelasantness-unpleasantness milik Wundt. Mengenai neurological, Titchener berpendapat bahwa saraf tidak dapat menyebabkan peristiwa mental, tetapi sistem saraf dapat menjelaskan beberapa karakteristik dari peristiwa mental tersebut. Menurut hukum kedekatan, setiap sensasi sebelumnya memiliki kecenderungan akan menimbulkan sensasi yang sama pada kejadian yang sama. Kelompok sensasi itu membentuk inti yang ditimbulkan dari image yang kemudian memberikan makna. 


3. Frans Clemens Brentano (1838-1917)
 
    Brentano lahir pada 16 Januari 1838 dan wafat pada 17 Maret 1917 di Marienberg am Rhein, Jerman. Brentano adalah seorang filsuf jerman , psikolog dan pastor
katolik yang sangat berpengaruh di Jerman. Prinsip utama filsafat Brentano, yang harus diterima secara luas di kalangan siswa Brentano, adalah bahwa filsafat harus dilakukan dengan cara yang ketat dan ilmiah.
Brentano memuat 2 cara dalam mempelajari Tindakan mental, yaitu:
1. Melalui memori/ingatan, dimana mengingat proses mental yang terlibat dalam kondisi keadaan tertentu.
2. Melalui imajinasi, Mengimajinasikan suatu kondisi mental yang terjadi kemudian bisa melakukan observasikan proses mental yang menyertainya.
 

4. Carl Stumpf (1848-1936)
    
    Stumpf dilahirkan pada 21 April 1848 dan wafat pada 25 Desember 1936. Stump merupakan seorang filsuf dan psikolog jerman. Stumpf merupakan seorang yang menolak pandangan Wundt. Menurut Stumpf, menganalisis pengalaman dengan mereduksinya ke dalam elemen mental akan membuat pemgalaman tersebut tidak alamiah sebagaimana mestinya atau bisa dikatakan abstrak. Menurutnya, data utama psikologi adalah fenomena.

5. Oswald Kulpe  (1862-1915)
 
    Kulpe dilahirkan pada 3 Agustus 1862vdan wafat pada 30 Desember 1915. Kulpe merupakan seorang prikolog dan filsuf Jerman yang mendirikan Sekolah Psikologi Würzburg. Kulpe menulis sebuah buku pengantar berjudul “ Outline of
Psychology” tahun 1893 dan mendedikasikannya untuk Wundt. Dalam buku tersebut, Kulpe mendefinisikan psikologi sebgai sesuatu pengalaman fakta terhadap orang yang mendapatkan kejadian tersebut.

6. Edmund Gustav Hisserl (1859-1938)
 
    Beliau merupakan seorang filsuf Jerman dan dikenal sebagai Bapak Fenomenologi. Beliau menerima konsep intensionalitas Brentano, menurutnya Tindakan mental berfungsi sebagaimana dampak dari suatu impuls yang ada di luar diri individu. Beliau memilki tujuan menciptakan taksonomi pikiran. Menurut Husserl, tidak masuk akal apabila melakukan suatu eksperimen yang melibatkan proses seperti memori, perspesi atau penilaian tanpa terlebih dahulu mengetahui apa esesnsi dari proses tersebut.


7. Hans Vaihinger (1852-1933)
 
     Vaihinger menerbitkan edisi pertama PAO. Karya itu membuatnya menjadi sesuatu seperti selebriti filosofis hampir dalam semalam. Halle bahkan secara informal dikenal sebagai "Vaihinger-Stadt" (kota Vaihinger). Menurut Vaihinger semua yang kita alami secara langsung adalah sensasi sehingga yang kita yakini hanya sensasi.

8. Herman Ebbinghaus (1850-1909)

    Beliau merupakan salah satu pelopor psikologi eksperimental dimana pada tahun 1886 beliau memprakasai psikologi eksperimental di Universias Berlin dan studi mengenai memori atau daya ingat. Diantara penemuan beliau yang paling terkenal adalah kurva lupa, kurva belajar dan efek jarak.


wah ga terasa ya udah di akhir pembahasan blog yeyeyeye

nih buat kalian ada lagi lagu buat bikin enjoy sebelum left dari blog ini xixixi
    




    
jj






        

 
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIUM II : EMOSI DAN MOTIVASI

History of Psychology

PSIUM II : PERSPEKTIF BIOLOGIS DALAM PSIKOLOGI