Humanistik
Haloo balik lagi pada GulirTinta’S10. Nah, pada blog kali ini yang dibahasa adalah THe third force yang dipimpin oleh Maslow. Apa sih THe third force itu (kekuatan ketiga). Jadi awalnya ada yang namanya THe first and THe second force. Itu adalah sebutan untuk aliran behaviorisme dan psikoanalisis. Kenapa THe third force ini bisa muncul???
Jadi, THe third force atau humanistik ini bisa muncul karena mengkritik dari aliran sebelumnya yaitu behaviorisme yang terlalu menganggap manusia itu pesimis karena perilaku manusia itu dipengaruhi oleh lingkungan luar sedangkan kelemahan dari psikoanalisis adalah Freud menerapkan teori dari pasiennya (orang gangguan mental) menjadi sehat sehingga mendapat kritikan mengapa tidak menerapkan penelitiannya pada orang yang sehat…Sehingga dibutuhkan pandangan baru dalam psikologi yang tidak hanya menekankan pada pikiran atau tubuh tetapi juga jiwa. Maka muncullah teori behaviorisme ini.
Jadi tems, psikologi humanistik ini merupakan gabungan dari aliran filosofi romantisme dan eksistensialisme. Fokus utama pada humanistik ini adalah bagaimana membedakan manusia dengan spesies lainnya.
FENOMENOLOGIS
Fenomenologi mengacu pada metodologi apapun yang berfokus saat itu tanpa mengurangi sedikitpun. Seseorang dapat mempelajari kesadaran tanpa harus menjadi fenomenolog seperti Wundt dan Titchener untuk mereduksi pengalaman sadar menjadi elemen dasarnya. Fenomenologi Brentano dan rekannya berfokus pada tindakan psikologis seperti menilai, mengingat, mengharapkan, meragukan, takut, berharap, atau mencintai. Selanjutnya pemikiran Brentano ini menjadi pandangan Husserl. Fenomenologi Husserl diubah menjadi psikologi eksistensial terutama oleh muridnya Martin Heidegger.
PSIKOLOGI EKSISTENSIAL
Fyodor Dostoevsky, juga sering disebut sebagai salah satu pemikir eksistensial pertama. Zaman keemasan kedua eksistensialisme terjadi di Eropa sekitar waktu Perang Dunia II. Berikut tokoh psikologi eksistensial :
1. Jean-Paul Sartre dan Albert Camus
Paul dan Camus memenangkan hadiah Nobel dalam sastra. Ide mereka merupakan perpaduan antara eksistensialisme dan fenomenologi husselrian dalam bentuk biografi fiksi. Karya utama Sartre yaitu Menjadi dan Ketiadaan, tanggapannya terhadap karya klasik Heidegger Menjadi dan Waktu yang dicerna Sartre saat menjabat sebagai tawanan perang. Camus sering dikaitkan dengan absurd atau gagasan eksistensial bahwa mencari tujuan hidup yang telah ditentukan sebelumnya adalah sia-sia.
2. Martin Heidegger
Heidegger merupakan murid Husserl sekaligus asisten nya. Karya Heidegger ini dianggap sebagai jembatan antara filsafat eksistensial dan psikologi eksistensial.
- Heidegger merupakan seorang fenomenolog dengan menggunakan fenomenologi untuk mengkaji totalitas manusia. Fenomenologi disini adalah melihat pengalaman sesuai dengan apa yang terjadi tanpa ada sedikitpun tambahan.
- Istilah Dasein = istilah yang digunakan oleh Heidegger bahwa keberadaan manusia dan dunia tidak bisa dipisahkan. Dunia tidak ada tanpa manusia karena pikiran manusia menerangi dunia fisik dan manusia tidak ada tanpa dunia.
- Konsep Authenticity and Inauthenticity (keaslian dan ketidakaslian) = bagi Heidegger seseorang dengan kehidupan bahagia itu mereka telah menerapkan konsep otentik dalam hidupnya. Kenyataannya adala “suatu hari nanti saya harus mati”. Bagi orang yang otentik ketika mereka berbicara dan berperilaku itu merupakan cerminan dari perasaan batin mereka sedangkan orang yang tidak otentik tidak demikian.
- Guilt and Anxiety (Rasa Bersalah dan Kecemasan) = jika kita tidak menjalankan kehidupan dengan otentik, maka kita akan mengalami yang namanya rasa bersalah dimana otentik disini adalah mengenali hidup kita sendiri dan membuat serta menerima segala keputusan yang terjadi dalam hidup harus mengalami kecemasan. Dalam hal ini, kecemasan akan membuat kita menjadi manusia yang lebih bertanggung jawab, berpikiran dewasa, serta bisa mengambil makna dari kehidupan agar kesalahan ataupun kegagalan yang telah terjadi tidak akan terulang.
- Thrownness = menurut Heidegger manusia mempunyai kebebasan, dimana kebebasan itu dijalankan berbeda-beda. Thrownness menyediakan konteks keberadaan seseorang. Throwness juga disebut faktisitas, mengacu pada fakta tentang keberadaan seseorang. Misalnya , kategori kita perempuan atau laki-laki, kaya atau miskin, dll.
3. Rollo May
May mempelajari pandangan Kierkegaard dan Freud tentang kecemasan dan membuat “The Meaning of Anxiety” sebagai disertasi doktoralnya. Pada tahun 1949 Mei menerima gelar PhD pertama dalam psikologi klinis yang pernah diberikan oleh Universitas Columbia.
- The Human Dilemma (Dilema manusia)= Menunjukkan bahwa manusia merupakan subjek dan objek dari pengalaman. Manusia sebagai subjek adalah dari pengalaman tersebut kita dapat menafsirkan, mernghargai, bahkan membuat pilihan terhadap pengalaman tersebut. Sedankan manusia sebagai objek pengalaman adalah kita ada secara fisik yang menyebabkan hal-hal tersebut terjadi pada diri kita. Aspek ganda inilah yang disebut sebagai the human dilemma sehingga membuat manusia unik.
- Normal and Neurotic Anxiety (Kecemasan normal dan neuerotik) = May dan para eksistensial lainnya percaya bahwa kebebasan adalah fakta terpenting manusia. Kebebasan tidak memghasilkan kehidupan yang tenang sehingga dibutuhkan tanggung jawab dimana akan memunculkan kecemasan. Kecemasan normal adalah kecemasan yang sehat karena kondusif pertumbuhan pribadi. Kecemasan neurotik adalah kecemasan yang timbul tidak kondusif karena adanya ketakutan dan kebebasan. Konflik antara kebebasan dan kecemasan adalah tema konstant dalam kehidupan manusia normal. Adanya self-alienation atau keterasingan diri bila setiap kali orang menerima nilai dari masyarakat daripada yang didapatnya secara pribadi.
- The Importance of Myth (pentingnya mitos) = Menurut May, mitos bisa memberikan makna dalam kehidupan. Mitos ini merupakan pola naratif yang memberikan arti penting keberadaan kita yang mempengaruhi perkembangan. Dengan demikian, May menggunakan narrative theraphy sehingga bisa meneliti kisah hidup orang dan lebih efektif dari kisah-kisah tersebut. Menurut May, terdapat 4 fungsi mitos yaitu memberikan rasa identitas, memberikan rasa komunitas, mendukung nilai-nilai moral kita, dan menyediakan sarana untuk menangani misteri penciptaan.
- Human Science (Ilmu manusia) = May tidak menentang mempelajari manusia secara ilmiah tetapi menentang metode ilmu fisika untuk mempelajarinya. Menurutnya, cara itu mengabaikan keunikan manusia.
4. George Kelly
Kelly mengembangkan klinik keliling yang melayani sistem sekolah umum. Klinik-klinik tersebut mempertemukan Kelly dengan berbagai masalah emosional yang dialami oleh para siswa dan guru.
- Constructive Alternativism (Alternatif Konstruksi)= Kelly mengatakan bahwa tujuan ilmuan adalah untuk mengurangi ketidakpastian dan juga semua manusi mempunyai tujuan seperti itu sehingga semua manusia seperti ilmuan. Kontruksi ini digunakan untuk mengantisipasi masa depan sehinnga harus sesuai fakta/kenyataanya. Dengan menyelaraskan diri pada para eksistensialis Kelly mengatakan bahwa manusia bebas membangun kosntruksinya dalam berinteraksi di dunia. Sehingga, setiap orang bisa melihat kemudian menafsirkan dengan jumlah yang tak hingga tergantung individu tersebut. Jadi, untuk mengetahui orang lain, kita harus mengetahui bagaimana mereka menafsirkan sesuatu.
- Proporsitional Thinking (Pemikiran Proporsional)= Meskipun pemikiran Kelly bersifat eksistensial, tetapi antara filosofi Vaihinger dan teori Kelly menekankan pemikiran proporsional. Keyakinan Kelly akan pentingnya proporsional adalah mencontohkan kekebratananya dengan filosofi eksistensial bagaimana pun pencarian kebenaran akan bervariasi sesuai dengan konstruksi pikiran kita.
- Fixed-Role Theraphy = Menurut Kelly masalah psikologis yang dialamis seseorang adalah masalah perbedaan persepsi. Kelly sering memulai proses terapeutik dengan meminta klien menulis akarakterisasi diri, yang memberi Kelly informasi tentang bagaimana klien memandang dirinya sendiri, dunia, dan orang lain. Kelly membuat peran tesebut selama dua minggu dimana aktor utama yaitu klien dan aktor pendukung adalah teapis. . Menurut Kelly, orang-orang dengan masalah psikologis telah kehilangan kemampuan mereka untuk membuat-percaya, kemampuan yang terapis harus membantu klien mendapatkan kembali.
PSIKOLOGI HUMANISTIK
Psikologi humanistik ini merupakan third force dimana lebih mengedepankan manusia sebagai manusia.
1. Abraham Maslow
Maslow diakui sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam membuat humanistik sebagai bagian psikologi. Awalnya dia sangat tertarik pada behaviorisme Watson, tetapi setelah memiliki satu anak ketertarikan tersebut hilang. Maslow berteman dengan Ruth Benedict dan Max Wertheimer sehingga menumbuhkan ketertarikannya pada psikologi humansitik versi Maslow ini. Prinsip dasar psikologi humanistik, yaitu :
- Sedikit nilai yang didapat mengenai manusia bila mempelajari hewan
- Realitas subjektif adalah panduan utama psikologi humanistik
- Mempelajari individu lebih informatif daripada mempelajari kesamaan kelompok individu.
- Upaya besar harus dilakukan untuk menemukan halhal yang memperluas dan memperkaya pengalaman manusia.
- Penelitian harus mencari informasi yang akan membantu memecahkan masalah manusia.
- Tujuan psikologi harus merumuskan deskripsi
lengkap tentang apa artinya menjadi manusia.
Psikologi humanistik, yang menolak gagasan bahwa psikologi harus sepenuhnya ilmiah, melihat manusia sebagai keutuhan yang tak terpisahkan.
- The Hierarchy of Needs
Menurut Maslow, semakin rendah hierarki kebutuhan, semakin dasar dan sama pula dengan kebutuhan hewan lain. Sehingga, bila manusia mencapai hierarki yang semakin tinggi, maka semakin jelas dia menjadi manusia seutuhnya.
- Aktualisasi diri = mencapai potensi manusia seutuhnya. Jika kita telah memenuhi kebutuhan dasar, maka timbul motivasi untuk mengaktualisasikan potensi diri seperti bakat, dll. Menurut Maslow alasan utama mengapa orang jarang mengaktualisasikan diri karena membutuhkan pengetahuan jujur tentang diri dn kebanyakan orang takut akan hal itu. Ada beberapa ciri orang yang mengaktulisasikan dirinya, yaitu :
- Mempersepsikan realitas secara lengkap
- Mereka menunjukkan spontanitas dan kealamian.
- Mereka membutuhkan privasi
- Mereka cenderung tidak bergantung pada lingkungan dan budaya mereka.
- Mereka menunjukkan kesegaran apresiasi yang berkelanjutan.
- Mereka cenderung memiliki pengalaman mistik atau puncak secara berkala.
2. Carl Rogers
Pendekatan Rogers terhadap psikoterapi dianggap revolusioner karena menghilangkan kebutuhan untuk diagnosis, pencarian penyebab gangguan, dan segala jenis pelabelan gangguan. Awalnya, pendekatannya disebut nondirective, percaya bahwa dalam suasana terapeutik yang positif klien akan memecahkan masalah mereka secara otomatis. Terapis tersebut berpusat pada klien yang kemudian Rogers mencari alternetif keefektifan terapi tesebut.
- Q Sort Technique = Teknik versi Rogers melibatkan meminta klien menggambarkan diri mereka sebagaimana adanya saat ini (diri sejati) dan kemudian seperti yang mereka inginkan (diri ideal).
- Theory of Personality (teori kepribadian)= Apa yang disebut Rogers sebagaiorang yang tidak sesuai pada dasarnya sama dengan apa yang disebut oleh para eksistensialis sebagai orang yang tidak autentik. Oleh karena itu, tujuan psikoterapi adalah untuk membantu orang mengatasi kondisi berharga dan kembali hidup sesuai dengan proses penilaian organisme mereka.
PSIKOLOGI EKSISTENSIAL-HUMANISTIK
Karena psikologi eksistensial dan humanistik ini banyak kesamaan sehingga mereka sering disebut psikologi eksistensial-humanistik. Berikut persamaan nya:
- Manusia memiliki kehendak bebas dan harus bertanggung jawab
- Manusia memiliki keunikan
- Manusia lebih baik menjalani kehidupan yang otentik
Perbedaan utama antara psikologi eksistensial dan humanistik terletak pada asumsi mereka tentang sifat manusia. Kaum humanis menganggap bahwa manusia itu pada dasarnya baik dan jika ditempatkan dalam lingungan sehat akan harmonis hidupnya sedangkan eksistensial menganggap bahwa manusia itu netral, sehingga sejak lahir memiliki kebebasan. Menurut eksistensial, motif utama dalam hidup adalah membuat makna dengan pilihan yang efektif. Bagi eksistensial kesadaran akan kematian sangat penting sedangkan humanistik tidak terlalu memikirkannya.
wahh ga terasa udah di akhir materii..
sampai jumpa temss...
Sumber referensi : Buku Hergenhahn
Komentar
Posting Komentar