Psikoanalisis
Selamat beraktivitas readers
Kali ini balik lag di GulirTinta'S9..wah ga kerasa udah episode 9 aja hehehe
Nah,, untuk blog kali ini materi yang dibahas adalah psikoanalisis, dimana sebelumnya telah kita pelajari behaviorisme dimana pada aliran ini didasarkan pada perilaku yang dapat diobservasi sehingga lebih mudah untuk menghukur dan mengumpulkan data penelitiannya. Namun, disamping itu, behavioursime ini mendapatkan kritik berupa tidak adanya menjelaskan mengenai kehendak bebas dan pengaruh internal seperti mood, feelings, dan pikiran.
Awalnya yang menentang behaviourisme adalah Sigmund Freud dimana menurutnya penyakit itu tidak semua nya berasal dari fisik. Pemikirannya mengenai psikoanalisis ini semakin diperkuat dengan penulis favoritnya yaitu Goethe tentang tentang keberadaan manusia yang terdiri dari perjuangan terus-menerus antara emosi dan kecenderungan yang saling bertentangan.
Pengaruh Awal Perkembangan Psikoanalsis:
Josef Breur
Ketika itu Breur menangani seorang gadis yang memiliki penyakit histeria beranonim Anna O. Anna O. memiliki penyakit pada bagian lengan dan kakinya, mual, tidak dapat bicara, serta kehilangan ingatan. Breur pun mencoba menerapkan metode katarsis dimana metode ini merupakan pelepasan emosi dan perasaan pemurnian yang dialami pasien sehingga bila Breur menelusuri gejala Anna O, satu persatu sampai ke akarnya, kondisi Anna mulai membaik. Catatan sejarah menjelaskan bahwa setelah menjalani pengobatan dengan Breur, Anna belum sembuh sepenuhnya dan ia dirawat di sanatorium dengan mendapat asupan morfin. Setelah sembuh dari histeria, Anna pun menjadi pekerja sosial dan feminis untuk menegakkan keadilan.
Metode Asosiasi
Metode ini digunakan Freud karena ia tidak berhasil melakukan metode hipnosis. Setelah ia mengingat kembali waktu ia bersekolah di Nancy, maka dia meminta pasien untuk mengingat kejadian pertama kali serta mendorong pasien berbicara bebas tentang apapun yang muncul dipikiran mereka. Metode ini lah yang disebut asosiasi bebas. Namun, asosiasi ini seringkali lebih sulit untuk mencapai pengalaman traumatis sebenarnya. Sehinnga, tujuan psikoterapi ini untuk membantu pasien mengatasi resistensi dan merenungkan pengalaman traumatis awal. Inilah mulai dikatakan bahwa psikoanalisis sejati muncul adalah sejak berakhirnya metode hipnosis.
Proyek untuk Psikologi Ilmiah :
Analisi Mimpi
Freud mengetahui bahwa dia tidak bisa mengatasi depresinya melalui asosiasi bebas. Dia berasumsi bahwa mimpi menggambarkan kondisi psikologis kita. Sehingga, dalam mimpi terdapat 2 perbedaan yaitu mimpi manifes adalah apa yang tampak tentang mmpi dan mimpi laten adalah apa yanag sebenarnya terjadi dalam mimpi. Freud percaya bahwa meskipun simbol mimpi yang paling penting berasal dari pengalaman seseorang sendiri, ada juga simbol mimpi universal, yang memiliki arti yang sama dalam mimpi setiap orang.
Kompleks Oedipus
Kompleks Oedipus adalah tahapan perkembangan psikoseksual pada masa anak-anak ketika timbul keinginan untuk secara seksual memiliki orang tua pada jenis kelamin yang berbeda. Istilah ini diambil dari mitos Yunani dimana seorang anak tanpa diketahui membunuh ayahnya. Freud pun merasakan hal ini saat usia 2 tahun ia memiliki ketertarikan terhadap ibunya dan cemburu terhadap ayahnya.
PSIKOPATOLOGI DALAM KESEHARIAN
Paraprax
Paraprax adalah kesalahan yang relatif kecil dalam kehidupan sehari-hari seperti typo dalam berbicara, mengetik (keseleo lidah), kecelakaan kecil (tersandung, jatuh ), lupa memletakkan sesuatu serta banyak hal lainnya yang tanpa kita sadari. Seperti kesalahan dalam berbicara ini dipengaruhi oleh kesulitan koordinasi otot saat mengucapkan hruuf tertentu, kecenderungan untuk mengubah huruf dalam perkataan serta bisa juga dipengaruhi oleh kondisi bawah sadar.
Humor
Humor
merupakan pengungkapan atau melampiaskan pikiran yang tertekan dan
penuh kecemasan sehingga humor masing-masing orang ini berbeda. Bisa
jadi anggapan orang A bahwa ini adalah sesatu yang lucu dan membuat
tertawa namun sebaliknya orang B menganggap ini adalah sesuatu yang
menyinggung perasaannya dan membuatnya sedih.
Berikut bebrapa tokoh Psikoanalisis:
1. Sigmund Freud
Beliau merupakan anak yang cerdas sejak kecil. Awalnya dia tertarik untuk berkuliah di jurusan hukum atau filsafat, namun kemudian dia memilih untuk kuliah kedokteran. Selama kuliah kedokteran, dia menyelesaikan selama 8 tahun karena fokus freud tidak hanya pada bidang kedokteran tetapi juga beralih pada filsfat dan sempat menerjemahkan satu buku John Stuart Mill ke dalam bahasa Jerman.
Kokain
Freud melakukan eksperimen kokain karena setelah megetahui kokain berhasil meningkatkan energi dan daya tahan tentara perang dunia II. Akhirnya Freud pun mencoba untuk membuktikan efek kokain pada dirinya dan ternyata benar bahwa efek tersebut menghilangkan depresi dan penyakit pencernaanya. Kemudian, setelah mengonsumsi kokain secara teratur, Freud pun mulai memberikan kokain tersebut pada saudara, pasien, dan rekan kerjanya. Freud pun menjadi penganjur kokain dan menerbitkan enam artikel tentang manfaat kokain ini. Carl Koller merupakan rekan Freud dianjurkan untuk menggunakan obat bius untuk melakukan operasi dan benar bahwa Koller melakukan operasi mata pada pasiennya dengan lancar menggunakan obat bius ini. Selanjutnya, sahabat Freud yaitu Ernst von Fleischl-Marxow seorang pecandu morfin dianjurkan Freud untuk menggunakan kokain karena saat itu Freud belum mengetahui bahwa kokain merupakan "momok ketiga setelah alkohol dan morfin" sehingga maksud Freud adalah untuk membantu Marxow keluar dari kecanduan morfin. Namun, hal tersebut berkebalikan dengan niat awal Freud, Marxow meninggal dengan keadaan candu kokain. Hal inilah yang membuat para ilmuan selanjutnya skeptis dengan teori Freud ini.
Nikotin
Untuk menghindari kecanduan kokain, Freud beralih pada nikotin. Saat menggunakan nikotin ini Freud juga menjadi pecandu berat yaitu dengan menggunakan rata-rata 20 batang rokok perhari sehingga ia menderita penyakit aritmia jantung. Dia melakukan 33 rangkaian operasi dan menggunakan alat prostetik untuk menggantikan rahangnya yang telah diangkat. Namun, dengan penderitaan yang dialaminya tersebut, Freud tetap merokok dalam kesehariannya.
Komponen Teori Freud tentang Personality:
Pada awalnya, teori Freud ini menjelaskan mengenai Level of Mental Life terdiri dari alam sadar, prasadar, dan bawah sadar. Kemudian pandangan ini dipeluasnya menjadi konsep Id, Ego, dan Superego.
- Id = merupakan sesuatu yang berasal dari dalam diri tanpa kita sadari dan diatur oleh prinsip kesenangan seperti lapar, haus, dan keinginan seks (agresivitas dan seksualitas). Sehingga, Id ini muncul sesuai kesenangan kita dan hal yang tidak kita senangi tidak akan muncul pada Id ini.
- Ego= merupakan sesuatu pengontrol dari adanya Id dan lingkungan luar. Ego ini diatur oleh prinsip realitas karena objek yang diberikan harus menghasilkan sesuatu yang nyata bukan imajiner. Kegiatan realitas ego ini disebut proses sekunder sedangkan proses primer dialami Id yang tidak nyata. Bila suatu ego ini menemukan lingkungan yang memuaskan kebutuhan sehingga ego menginvestasikan energi psikisnya dalam objek apapaun yang disebut dengan cathexis.
- Superego= sejenis norma ataupun aturan yang berlaku yang menjadi panduan dalam menerapakan Id kita. Dalam hal ini dikenal istilah antichatexis yaitu perpindahan menginvestasikan energi psikis dari objek yang menimbulkan bersalah dan kecemasan menjadi objek yang tidak menimbulkan kecemasan.
Insting Hidup dan Mati
Insting hidup disebut sebagai eros dan energi yang terkait di dalamnya disebut libido. Dalam hal ini, libido yang Freud maksud tidak hanya keinginan seks, tetapi juga masuk pada lapar dan haus. Energi libido ini muncul untuk memenuhi keinginan sehingga berada dalam ketegangan minimal dan memperpanjang hidup.
Kecemasan
Kecemasan terbagi menjadi 3 jenis menurut Freud, yaitu :
- Kecemasan Objektif= muncul ketika ada serangan secara objektif (fisik) sehingga membahayakan keamanan orang tersebut. Misalnya, ketika kita terkena benturan bola voli atau dikejar oleh anjing.
- Kecemasan neurotik = ketika ego merasa kewalahan akan keinginan Id.
- Kecemasan moral = ketika hal yang berhubungan dengan moral dilanggar.
Mekanisme Pertahanan Ego
Merupakan reaksi yang tidak disadari atau spontanitas yang dilakukan oleh ego yang terdapat dalam diri seseorang. Ego berusaha menjaga kestabilan antara keinginan Id dan Superego. Berikut mekanisme petahanan ego:
- Represi : memasukkan pengalaman-pengalaman ke dalam alam bawah sadar secara sengaja maupun tidak sengaja. Ini terjadi karena adanya keinginan yang tidak tercapai misalnya ingin mengungkapkan rasa suka terhadap seseoang tetapi tidak berani mengungkapkan.
- Denial : Menyangkal fakta yang ada dengan memberikan fakta baru.
- Displacement : Melampiaskan sesuatu pada orang lain dan mencari pelampiasan pada orang yang lebih lemah daripada kita.
- Proyeksi : Membela diri terhadap desakan yang tidak menyenangkan dengan menyangkal desakan tersebut ada pada diri mereka dan menunjukkannya pada orang lain. Contohnya, kita bersikap acuh tak acuh pada orang lain karena beranggapan orang lain pun demikian terhadap kita. Atau juga kita merasa tidak ada yang mau berteman dengan kita padahal kita sendiri yang introvert.
- Fantasi : Kemampuan membentuk bayangan baru. Contohnya, kita mempunyai seorang bias namun karena dia sulit digapai sehingga kita bisa menggantikannya dengan animasi dirinya.
- Rasionalisasi : Upaya untuk membuktikan bahwa perilakunya dapat diterima dan masuk akal.
- Regresi : Kemali ke masa perkemabngan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan psikologisnya.
- Sublimasi : Perpindahan tujuan dari nonseksual menjadi seksual. Bisa diaplikasikan dalam bentuk puisi, seni, agama, dll.
Tahap Perkembangan Psikoseksual
- Masa Oral (0-2 tahun) : bayi merasakan rasa senang, rangsangan benda, dll
- Masa Anal (2-4 tahun ) : bayi merasa senang bila buang air besar
- Masa Falik (4-6 tahun) : anak merasa senang bila ada rangsangan dan sentuhan pada kelaminnya
- Masa Latensi (6-12 tahun) : dorongan seksual anak masih belum nampak
- Masa Genital (12 tahun-dewasa) : masa kanak-kanak menjadi dewasa
Komentar
Posting Komentar