PSIUM II: SENSASI DAN PERSEPSI

 Nama : Syekar Ayu Ghalbiyah

Nim   : 2110323027

Pengampu Matakuliah :

1. Dwi Puspasari, M. Psi.,Psikolog

2. Mafaza, S.Psi., MSc

3. Liliyana Sari, S.Psi., M.Sc


Halloo readers.. wah ini udah memasuki minggu ketiga perkuliahan ya

Balik lagi ni di GulirTinta'S13...Kalian tim mana nih? Kuliah online atau offline??? Kalau mimin sih tim mana aja asalkan kita semua stay healthy heheheeh💛

Oh iyaa... apa si yang kalian pikirkan saat dengar kata sensasi dan perspesi?? Pastinya udah ga asing lagi lah ya istilah tersebut xixixxi.. Kali ini kita akan membahas materi mengenai "Sensasi dan Persepsi".

Check this out \👀

I. Sensasi

Sensasi adalah suatu aktivitas yang terjadi pada indera manusia yang memungkinkan menerima berbagai macam rangsangan yang kemudian menjadi signal saraf di otak. Selannjtnya dilanjutkan dengan transduksi. 

Tranduksi 

Transduksi adalah proses diterima nya suatu rangsangan/ stimulus oleh indera (sensory reseptor) dan mengubah rangsangan tersebut atau singkatnya mengubah energi fisik menjadi energi kimia listrik dan diteruskan ke otak. 

Berikut ada beberapa istilah yang perlu diketahui dalam sensasi :

  1. Sensory Threshold , tingkat tinggi rendahnya dimana seorang inidividu dapat mengalami suatu sensasi.
  2. Absolute Threshold , adalah ambang batas minimal kekuatan rangsangan yang dapat diterima oleh indera manusia. 
  3. Habituation and Sensory Adaptation, Habituasi adalah kondisi lanjutan dari adaptasi dimana otak telah berhenti dalam menerima suatu kondisi yang konstant dalam waktu yang berulang dan respon yang dihasilkan pun menurun. Sedangkan sensory adaptation adalah kondisi dimana reseptor sensorik kurang responsif terhadap sesuatu yang berulang. 
II. THE SCIENCE OF SEEING

Light and Eye
Berdasarkan sifat psikologisnya, terdapat tiga persepsi kita teradap cahaya yaitu wara, kejenuhan dan kecerahan. Sebenanrya kita tidak menyadari bahwa bahwa sifat cahaya itu ganda terdiri dari gelombang dan partikel. Berbicara mengenai panjang gelombang, semakin pajang gelombang cahaya maka cahaya yang kita lihat pun akan semakin terang dan sebaliknya bila semakin pendek gelombang cahaya, semakin redup pula cahaya yang kita lihat. Sehingga antara gelombang cahaya dan kecerahan berbanding lurus. 
Hubungan panjang gelombang dengan warna pun yaitu panjang gelombang yang sangat pendek akan berwarna biru dan panjang gelombang yang paling panjang akan berwarna merah. Selanjutnya untuk hubungan dengan kejenuhan bila memilik warna merah yang pekat, itu berarti hanya mengandung spektrum warna merah sedangkan bila warna merah kurang pekat, mungkin mengandung campuran panjang gelombang lainnya. 

Struktur Mata
Apakah kalian pernah berpikir "gimana ya cahaya bisa diterima oleh mata? dan alhasil kita bisa melihat?" Mau tau apa aja struktur mata? yuk lihat gambar dibawah!



source : newcreeation.org

Berikut beberapa fungsi dari bagian mata tersebut:
  1. Kornea, selaput bening pada mata yang terletak paling luar mata. Fungsinya adalah sebagai tempat masuknya cahaya. Ada suatu kelainan bila terjadi perubahan struktur kornea yang disebut dengan keratokonus
  2. Sklera, menjaga bola mata dari benturan sekaligus mempertahankan bentuk bola mata.
  3. Lensa, , berfungsi untuk memfokuskan cahaya atau bayangan yang masuk pada retina.
  4. Pupil, berfungsi mengatur sedikit banyaknya cahaya yang masuk ke mata. 
  5. Iris, berfungsi mengatur bukaan mata yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata. Pupil bekerja sama dengan iris.
  6. Retina, berfungsi menerima cahaya dan sebagai tempat jatuhnya bayangan benda. Di dalam retina, terdapat cones (sel kerucut) dan rode (sel batang). 
  7. Otot siliaris, adalah otot yang menempel pada lensa mata dan mengatur kelengkungan bentuk mata.
  8. Aqueous humor, cairan pada mata untuk membiaskan cahaya yang masuk pada mata.
  9. Vitreus humor, cairan dalam bola mata yang meneruskan cahaya dari lensa ke retina. 
  10. Bintik buta, bagian mata yang tidak sensitif terhadap cahaya. Jika bayangan jatuh tepat pada bagian ini, maka benda akan tampak kabur bahkan tidak jelas. 
  11. Konjungtiva, berfungsi melindungi kornea mata terhadap gesekan.
  12. Fovea sentralis, berfungsi untuk penglihatan warna dan visualisasi bayangan secara mendetail. 
Berikut beberapa perbedaan sel batang dan sel kerucut:
  1. Sel Batang : jumlahnya 120-125 juta, letaknya di tepi retina, sangat sensitif, dan tidak peka terhadap warna. 
  2. Sel Kerucut : jumlahnya 7-8 juta, letaknya di pusat (fovea) dari retina, tidak terlalu sensitif, dan peka terhadap warna. 
Jalur Visual
Jalur visual ini berfungsi untuk memisahkan cahaya yang masuk. Cahaya yang masuk pada bidang kanan visual akan masuk pada sisi kiri retina dan cahaya yang masuk pada bidang visual kiri akan masuk pada sisi kanan retina. Selanjutnya, area retina dapat dibagi menjadi dua jenis yang pertama yaitu Retina temporal bagian yang mengarah ke pelipis kepala, yang kedua retina hidung yaitu bagian yang mengarah ke hidung. Di dalam retina terdapat sel fotreseptor yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang sel yang peka terhadap cahaya rendah atau biasanya di tempat gelap sedangkan sel kerucut peka terhadap cahaya dan warna. 

Persepsi Warna
1. Teori Trikromatik
Teori ini merupakan teori pertama yang diusulkan oleh Thomas Young pada 1802 dimana terdiri dari tiga warna yaitu merah, biru, dan hijau dan selanjutnya dimodifikasi oleh Herman Helmholtz pada 1852. Dalam teori trikromatik ini bila corak warn ayang berbeda diterima oleh masing-masing kerucut dan kemudian diteruskan informasi di otak ke pusat penglihatan. 

2. Opponent Process Theory
adalah teori yang menyatkan bahwa neuron visual kita dirangsang oleh hanya satu warna dan dihambat oleh warna yang lain. Dalam teori ini terdapat empat warna yaitu merah, biru, kuning, dan hijau. Sel-sel opponent ini merespon saling bertentangan terhadap warna. Dimana ketika mengirimkan respon pada salah satu warna, warna lainnya terhalangi. Warna yang saling bertentangan hijau-merah/ biru-kuning. 

Afterimages

adalah sesuatu yang kita lihat ketika sensasi visual bertahan walaupun stimulus asli telah dihilangkan. Opponent process theory menjelaskan aspek afterimages dan hal lainnya tentang persepsi visual setelah deteksi awal stimulus dari lingkungan luar. 

Buta Warna

Buta warna ini terjadi karena adanya kerusakan sel kerucut di retina. Buta warna terbagi menjadi dua, yaitu buta warna total dan parsial. Buta warna total adalah buta warna yang disebabkan  oleh variasi genetik yang menyebabkan sel kerucut di retina tidak berfungsi secara tepat atau bisa jadi tidak ada sel kerucut sama sekali. Penderita buta warna total ini hanya bisa melihat warna hitam, putih, dan abu-abu. Kemudian, ada buta warna parsial adalah buta warna yang tidak bisa membedakan warna merah dan hijau. 


III. THE HEARING SENSE

Sound Wave and The Ear

Gelombang suara adalah getaran udara yang terjadi disekitar kita yang memiliki karakteristik seperti gelombang cahaya, yaitu amplitude, frekuensi, panjang gelombang, dan lainnya. Bagimana gelombang suara bisa diterima otak ??jawabannya adalah panjang gelombang suara yang diidentifikasi oleh otak disebut sebagai pitch dengan tolak ukur tinggi, medium, dan rendah serta amplitude diidentifikasi sebagai volume suara. Selanjutnya, ada yang namanya timbre. Timbre adalah warna nada yang dimiliki. Itulah mengapa suara orang berbeda-beda karena adanya warna nada suara mereka yang unik. Untuk kapasitas yang bisa didengar manusia adalah audiosonik dimana kisaran antara 20-20.000 Hz


Source : calgarychildrenschoir.com


Struktur Telinga dan Mekanisme Pendengaran
 



Source : artikelsiana.com


Untuk menankap gelombang suara, telinga pun memiliki bagian-bagain tertentu. Bagian telinga terdiri atas telinga luar, telinga dalam, dan telinga tengah.

  1. Telinga Luar, bagian luar ini terdiri dari daun telinga dan saluran telinga. Saluran telinga berfungsi untuk menangkap gelombang suara yang nantinya akan diteruskan pada saluran telinga. Kemudian, saluran telinga berfungsi untuk memerangkap debu dan hewan kecil yang berusaha masuk ke telinga. 
  2. Telinga Tengah, bagian tengah terdiri dari gendang telinga dan tulang telinga. Gendang telinga (membran timpani) berfungsi menangkap gelombang suara dan mengubahnya menjadi getara kemudian diteruskan ke bagian tulang telinga. Selanjutnya, tulang telinga berfungsi meneruskan getaran yang muncl dari gendang telinga menuju koklea. 
  3. Telinga Dalam , bagian dalam terdiri dari saluran eustachius, koklea, dan saluran gelang (labirin). Saluran eustachius berfungsi untuk menghubungkan ruang telinga tengan dengan faring (rongga mulut) dengan menjaga keseimbangan tekanan telinga tengah dan luar. Setelahnya, ada koklea. Dimana di dalam koklea terdapat organ korti yang peka terhadap getaran. Getaran tersebut diubah menjadi impuls dan diteruskan pada otak. Dan terakhir, ada labirin yang terdiri dari saluran setengah lingkaran yang berguna untuk mengetahui posisi dan keseimbangan tubuh.  
Proses Otak Menerima Pitch Suara

Ada tiga teori yang menjelaskan bagaimana otak bisa menerima suara, yaitu: 
  1. Place Theory, dalam teori ini dijelaskan bahwa setiap orang bisa mendengar pitch suara tergantung letak sel rambut yang dirangsang organ corti. Bila seseorang mendengar pitch suara yang tinggi, maka sel rambut yang di dekat oval widow yang dirangsang dan sebaliknya jika mendengar pitch suara yang rendah, maka organ corti jauh yang dirangsang. 
  2. Frequency Theory, dalam teori ini, bila basilar membrane bervibrasi dengan cepat maka akan terdengar pitch yang tingga, begitu pun sebaliknya karena saat basilar membrane tervibrasi secara cepat, maka sel rambut pun juga ikut terangsang. 
  3. Volley Principle, dalam teori ini dijelaskan bahwa neuron yang mengirimkan frekuensi suara 1.000 Hz dalam sekali bekerja sehingga bila lebih dari frekuensi tersebut maka neuron mengirimkannya secara bertahap sesuai kapasitas maksimal. 
Gangguan Pendengaran

  1. Tuli Konduksi, kondisi ini terjadi ketika terjadi kerusakan pada gendang telinga atau tulang telinga dalam sehingga pengiriman vibrasi lemah. Gangguan semacam ini bisa dibantu dengan alat bantu dengar. 
  2. Tuli Saraf, kondisi ini terjadi kerusakan pada sel rambut . Gangguan ini bisa dibantu dengan menggunakan cochlear implant yaitu perangkat elektronik yang dapat mengirimkan signal menjadi rangsangan listrik ke serangkaian elektroda yang ditanam pada koklea, lalu merangsang saraf pendengaran.
IV. CHEMICAL SENSE

Indera Pengecap dan Pembau

Pada tahun 1916, seorang Psychologist asal German bernama Hans Henning mengemukakan bahwa ada empat rasa dasar yaitu manis, asam, asin, dan pahit. Namun, pada tahun 1996, Lindemann mengembangkan pernyataan Henning dengan menjelaskan bahwa terdapat rasa kelima yaitu rasa gurih (umami). Semua sensasi makanan yang kita peroleh pada awalnya di proses di lidah kemudian dikirim ke korteks gustatory dan frontal operculum. Sementara, untuk tekstur makanan diprosesdi korteks somatosensory dari lobus parietal.

Antara indera pembau dan pengecap bekerja saling berhubungan. Rasa sering dikaitakan dengan indera kimia sehingga akan dicocokkan dengan aroma yang dihasilkan dan bila molekul reseptor tersebut cocok maka akan dilanjutkan ke otak dan diinterpretasikan sebagai sensasi rasa. 

Somesthetic Sense

Somesthetic sense adalah salah satu indera tubuh yang terdiri dari kulit, indera kinestetik, indera proprioreseptif, dan indera vestibular. Pada bagian kulit, terdapat beberapa reseptor yang peka terhadap berbagai macam rangsangan, seperti :
  1. Korupuskula Paccini Paccini ini merupakan ujung saraf pada kulit yang berperan peka terhadap rangsangan berupa tekanan. Reseptor ini biasanya ditemukan pada bagian telapak tangan dan kaki, jari, periosteum, tendo, ligamen, dan genetalia eksterna.
  2. Korpuskula Ruffini Korpuskula Ruffini ini merupakan ujung saraf pada kulit yang berperan peka terhadap rangsangan panas. Ruffini ini termasuk ke dalam mekanoreseptor karena mirip dengan organ tendo golgi
  3. Korpuskula Meisner Korpuskula Mesiner ini merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan berupa sentuhan.
  4.  Korpuskula Krause Korpuskula Krause ini merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan dingin. Reseptor ini ditemukan di daerah mikokutis yaitu bibir dan genetalia eksternal pada dermis dan berhubungan dengan rambut.
  5. Lempeng Merkel Merkel ini tergolong dalam reseptor sentuhan dan tekanan ringan. Lempeng merkel ini juga bisa ditemukan pada kelenjar mamae.
  6. Ujung Saraf tanpa Selaput Termasuk ujung saraf sebagai peka terhadap rangsangan perasa nyeri. 
  7. Ujung Saraf Sekeliling Rambut Merupakan ujung saraf peraba.
Proses Terjadinya Rasa Sakit

  1. Teori Control-Gate, teori ini dicetuskan oleh Ronald Melzack dan Patrick Wall pada tahun 1965 dan kemudian diperluas pada tahun 1996. Apa maksud dari control-gate yaa?? hmm pertanyaan menarik.. 
Jadi begini, stimulus rasa sakit itu tidak langsung disampaikan ke otak. Tetapi, harus melewato suatu "gate" yang berada di medulla spinalis. Ketika terjadinya sensasi sakit yang diterima reseptor, reseptor nyeri yaitu serabut saraf bebas yang mempunyai serabut saraf C teraktivasi. Kemudian setelah teraktivasi akan meneruskan rangsangan ke ujung saraf sinaps dan ketika sampai di ujung saraf sinaps akan mengeluarkan yang namanya substansi P  sehingga potensial aksi tersebut diteruskan sampai ke korteks serebri dan terjadilah persepsi nyeri. Saat nyeri, otomatis kita akan mengusap bagian yang nyeri tersebut agar rasa nyeri berkurang. Saat kita mengusap itu, sel serabut A delta teraktivasi sehingga stimulus akan mengeluarkan neurotransmitter endorfin. Endorfin adalah neurotransmitter alami yang mampu meredakan rasa sakit. 

Apakah semua orang merasakan sakit?? Oh.. tentu saja tidak, karena ada yang namanya CIPA. CIPA (congenital analgesia and congenital insensitivity to pain with anhidrosis), dimana seseorang sejak lahir tidak pernah yang namanya merasakan sakit.

Selanjutnya, selain indra kulit, terdapat indera kinestetik, indra proprioreseptif, dan indera vestibular.  Kesadaran akan gerakan tubuh dan posisi diperoleh dari informasi somesthetic. Indera Kinestetik merupakan reseptor khusus yang terletak di otot, tendon, dan sendi yang memberikan informasi gerakan anggota tubuh. Sedangakan indera proprioreseptif adalah reseptor yang memberi tahu bagian tubuh dan lokasi berada. Kesadaran akan posisi tubuh ini disebut propriosepsi. Selanjutnya indera vestibular yang terdapat di bagian dalam telinga. Vestibular ini bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan ketika seseorang sedang bergerak.

V. PERSEPSI

Persepsi adalah suatu proses diterimanya stimulus kemudian diterjemahkan menjadi suatu informasi yang diperoleh dari indera lainnya  atau disebut proses sensoris. Setiap orang pasti memiliki persepsi yang beda terhadap suatu hal. Menurut David Krech dan Richard S. Crutchfield (1977) dalam Jurnal Al-Azhar Indonesia ada empat faktor yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor fungsional, personal, situasional, dan struktural.

The Constancies: Size, Shape, and Brightness
  • The size contancy, berupa kecenderungan dalam menafsirkan objek selalu sama baik dari sudut pandang awal maupun ketika sudut pandang kita berubah.
  • The shape constancy adalah penilaian terhadap objek akan tetap sama walaupun berubah pada retina.
  • The brightness constancy, penilaian terhadap suatu kecerahan objek tetap sama walaupun berada pada kondisi cahaya yang berbeda.
The Gestalt Principles

The Figure-Ground Relationship
Setiap individu dalam melihat suatu gambar pasti memiliki persepsi yang berbeda. Penglihatan pertama dalam figure and ground ini biasanya didasarkan pada persepsi terhadap pengalaman masa lalu. 

Gestalt Principles of Perceptual Organization
  • Law of Proximity (hukum kedekatan), manusia cenderung untuk melihat atau menelaah suatu objek berdasarkan kedekatan objek tersebut.
  • Law of Common Region, manusia cenderung melihat sesuatu berdasarkan bentuk, arah, ataupun warna yang sama.
  • Law of Continuity (hukum kesinambungan), manusia cenderung meneruskan objek atau pola mesakipun pola tersebut telah terhenti.
  • Law of Closure (hukum ketertutupan), manusia cenderung untuk mengisi celah kosong dan melihat sesuatu yang tidak lengkap tersebut menjadi segala sesuatu yang utuh.
  • Law of Similarity (hukum kesamaan), manusia cenderung melihat segala sesuatu yang memiliki kesamaan sebagai suatu kelompok, golongan, atau kesatuan tertentu.  
Depth Perception

 Depth perception adalah kemampuan kita dalam melihat suatu benda secara tiga dimensi. Untuk memahami suatu kedalaman tertentu, terdapat dua jenis yaitu monocular cues dan binocular cues. Berikut beberapa monocular cues: 
  1. Linear Perspective,  Terjadi ketika dua garis diketahui berada sejajar tetapi dari kejauhan tampak seperti benda yang menyatu pada satu titik. 
  2. Relative Size Bila retina kita menerima objek dengan ukuran bayangan yang kecil maka objek akan tampak semakin jauh. Jika objek tersebut dirasa berada dalam ukuran yang sama, tetapi satu objek muncul dengan ukuran yang lebih kecil maka objek tersebut dianggap lebih jauh.
  3.  Overlap, Bila terdapat satu objek menutupi objek lainnya maka asumsi yang melihat bahwa objek yang tertutupi tersebut berada di belakang dan jaraknya lebih jauh. 
  4.  Aerial (atmospheric) Perspective,  Pengaruh atmosfir ini yaitu bila objek tersebut semakin jauh dari titik sumber, maka objek tersebut akan semakin kabur karena terhalang oleh polusi, debu, dll.
  5. Texture and Gradient, Tekstur yang tidak terlalu kelihatan jelas dianggap sebagai objek yang jauh. Objek yang kelihatan memiliki ukuran lebih besar dan berjarak maka objek tersebut dianggap dekat. 
  6. Motion Parallax Benda yang lebih dekat dengan kita tampak seolah bergerak lebih cepat daripada benda yang jauh. 
  7. Accommodation Kemampuan mata untuk menegakomodasi agar lebih fokus pada benda yang dekat. 
Perceptual Illusions
Ilusi adalah stimulus yang ditangkap oleh indera dan diterjemahkana tidak sesuai dengan kenyataan. Berikut beberapa jenis ilusi: 
  •  The Hermann Grid -->  Ilusi Herman Grid ini pertama kali ditemukan oleh David Hubel dan Torsten Wiesel. Ilusi ini dikaitkan respon neuron di korteks primer yang mersepon cahaya. Saat kita melihat susunan kotak hitam dengan sudut siku yang sama setiap kotak maka akan menimbulkan kesan warna abu-abu pada setiap jaraknya. 
  • Muller-Lyer Illusion --> Ilusi terhadap panjang garis yang sama bila hanya diubah pada bagian sudut apakah ke dalam atau keluar sehingga menimbulkan kesan panjang yang berbeda.
  • The Moon Illusion --> The Moon Illusion adalah ilusi dimana ketika ukuran bulan lebih besar daripada ukuran sebagaimana biasanya tampak di langit.
  • Illusions Of Motion --> Dalam ilusi gerak ini, pada dasarnya gambar tersebut tetap diam. 

Source : Ciccareli, S & White, J. 2018. Psychology Fifth Edition Global Edition. England : Pearson Education Limited

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIUM II : EMOSI DAN MOTIVASI

History of Psychology

PSIUM II : PERSPEKTIF BIOLOGIS DALAM PSIKOLOGI