PSIUM II : MEMORY


 Nama : Syekar Ayu Ghalbiyah

Nim   : 2110323027

Pengampu Matakuliah :

1. Dwi Puspasari, M. Psi.,Psikolog

2. Mafaza, S.Psi., MSc

3. Liliyana Sari, S.Psi., M.Sc

Haloo readers jadi kali ini udah masuk ke episode GulirTinta'S15. Semakin banyak minggu yang kita lalui, materi pembelajaran pun semakin menarik.. ya ga tems heheheh

Materi pada minggu ke-5 ini mengenai memori. Apa si itu memori?? Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak blog kali ini yuhuuu..

I. Pengertian Memori

Memori adalah suatu proses aktif yang menerima informasi dari indera, kemudian menempatkan informasi pada bagian yang sesuai dan terakhir mengambil informasi dari tempat penyimpanan tersebut (Baddeley, 1996). 



Three Processes Of Memory :

  1. Encoding : Proses pengubahan informasi yang diterima oleh indera menjadi informasi yang dapat diterima oleh otak. Contoh : getaran suara akan diubah menjadi suara yang dapat diteria oleh otak.
  2. Storage : Proses penyimpanan informasi dalam periode waktu tertentu.
  3. Retrieval : Menerjemahkan informasi dari penyimpanan menjadi informasi yang dapat digunakan.
Models Of Memory :

  1. Information-Processing Model : model yang mengasumsikan bahwa terdapat tiga tahapan dalam penyimpanan memori, yaitu encoding, storage, and retrieval.
  2. Parallel Distributed Processing (PDP) Model : model yang menerapkan pemrosesan simultan untuk mengambil banyak aspek memori yang berbeda sekaligus dalam waktu yang sama dan keputusan yang jauh lebih cepat. Biasanya model ini diterapkan dalam pengembangan AI 
  3. Levels-Of-Processing Model : model yang menerapkan bahwa bila mengingat sesuatu sesuai makna secara mendalam maka akan diingat secara lebih efisien dalam jangka waktu yang lama.
The Information-Processing Model : Three Memory Systems

Proses pertama adalah sensori memori. Sensory memory (memori sensori) adalah suatu proses pertama dari indera yang disimpan ke dalam otak dalam waktu yang sangat singkat. Ada 2 jenis sensori memori, yaitu : 

  1. Iconic Sensory Memory : memori yang mencatat informasi visual dalam waktu yang singkat biasanya 15 detik dengan kapasitas kejadian dalam satu waktu. Kontribusi yang relevan untuk fenomena ini adalah yang dibuat oleh George Sperling. Melalui studi pionernya dengan Tachistoscope , Sperling menyimpulkan bahwa manusia hanya dapat memiliki kemampuan mengingat 4 atau 5 item secara bersamaan. Beberapa orang memiliki apa yang disebut sebagai eidetic imagery, yaitu kemampuan untuk mengakses sensori memori dalam jangka waktu yang lama (30 detik atau lebih). 
  2. Echoic Sensory Memory : memori yang mencatat sensorik pendengaran dalam waktu 2-4 detik. Memori ini berguna ketika akan melakukan percakapan yang bermakna. 
Short-Term Memory
Short-Term Memory (STM) adalah pesan sensorik yang dianggap penting untuk kesadaran dari sensori memori menuju proses berikutnya yang bisa disimpan selama 12-30 detik. Selanjutnya, ada yang dinamakan dengan selective attention adalah kemampuan untuk fokus hanya pada satu stimulus dari semua input sensorik. Contoh: saat kita berada dalam sebuah pasar, banyak para pedagang yang memasarkan dagangannya dengan suara yang cukup lantang, kemudian kita hanya memiliki satu tujuan dalam membeli barang, katakanlah "membeli ayam". Maka dari hal tersebut, kita akan fokus pada suara pedagang yang melantangkan suara "menjual ayam". 

Working Memory
Working memori adalah kemampuan untuk menyimpan informasi dalam waktu yang singkat. Contoh: saat kita ingin menghafal suatu nomor handphone dimana hal tersebut kita lakukan berulang kali
Maintenance Rehearsal
Maintenance rehearsal adalah latihan mengatakan beberapa informasi yang akan diingat dalam jangka waktu pendek. Contoh: ketika kita akan membeli suatu barang di suatu minimarket, ada beberapa list barang yang harus kita ingat, setelah selesai belanja list barang tersebut pun bisa dilupakan. 

Long-Term Memory
Long-Term memory adalah tahap ketiga dimana pada tahap ini informasi yang kita peroleh untuk disimpan secara permanen. Biasanya LTM ini dokodekan dalam bentuk yang bermakna, sehingga kita bisa mengingatnya. 

Elaborative Rehearsal
elaborative rehearsal adalah jenis latihan yang lebih mendalam dari maintenance rehearsal sehingga mentransfer informasi dari STM ke LTM dalam jangka waktu panjang yang lebih baik. 

Jenis Informasi Jangka Panjang
  1. Nondeclarative (implicit) Memory, jenis memori jangka panjang yang termasuk memori ketereampilan, kebiasaan, dan tanggapan terkondisi. Biasanya kondisi ini terjadi tersirat dengan mempengaruhi perilaku sadar. Adapun salah satu jenis gangguan yaitu anterograde amnesia. Anterograde Amnesia adalah kondisi seseorang tidak bisa untuk mengingat peristiwa baru dalam jangka panjang.  Pasien dengan gangguan ini akan dilatih dengan memecahkan teka-teki yang disebut sebagai Tower of Hanoi. 
  2. Declarative (explicit) Memory, jenis memori dimana kondisi informasi itu dapat disadari dan diketahui. Terdapat dua jenis eksplisit memori, yaitu:
      • Semantic Memory, jenis informasi yang kita pelajari dalam dunia pendidikan formal seperti bahasa dan informasi. Pada semantic ini juga, lebih menekankan pada pemahaman makna. 
      • Episodic Memory, jenis informasi yang berkaitan dengan peristiwa yang dialami seseroang (autobiografi), seperti kegiatan sehari-hari. 
Organized in Terms of Related Meanings and Concepts Long Terms :
  1. Semantic Network Model , menjelaskan bagaimana informasi disimpan dengan cara yang berhubungan. 
  2. Parallel Distributed Processing Model, menjelaskan kecepatan dimana titik yang berbeda dapat diakses. 
II. Retrieval of Long Term-Memory
Encoding Specify 
Encoding specify adalah kecenderungan sesuatu untuk mengingat kembali memori saat dengan emosi yang sama ketika informasi tersebut pertama kali kita terima. 

Recall and Recognition
  • Recall adalah jenis pengambilan informasi dengan menggali informasi yang sebelumnya pernah kita terima.
  • Recognition adalah kemmapuan untuk mencocokkan informasi yang diterima dengan informasi yang sudah pernah kita terima. 
  • Serial position effect adalah kecenderungan untuk mengingat lebih bermakna bila sesuatu tersebut berada di awal atau di akhir daripada berada di tengah. 
  • Primacy effect adalah kecenderungan untuk mengingat lebih baik informasi yang diterima di awal daripada beberapa informasi yang mengikutinya. 
  • Recency effect adalah kecenderungan untuk mengingat lebih baik informasi yang diterima pada bagian akhir. 
Automatic Encoding : Flashbulb Memories
  • Automatic encoding adalah kecenderungan informasi untuk memasuki memori jangka panjang dengan sedikit.
  • Flashbulb memories adalah suatu pengkodean otomatis dari seseorang yang ketika peristiwa tersebut terjadi melibatkan emosional yang kuat bagi penerimanya.
Forgetting
Kurva Lupa
Dalam kurva lupa menunjukkan bahwa lupa terjadi sangat cepat dalam satu jam pertama setelah mempelajari sesuatu dan mulai berkurang secara bertahap yang mana dapat dikatakan bahwa melupakan akan terjadi bila kita mempelajari sesuatu. Tetapi dalam hal ini, materi yang bermakna akan dilupakan lebih lambat dari materi normal. 
Penelitian telah menemukan bahwa bila kita mempelajari sesuatu dengan adanya sesi atau dengan kata lain tidak dalam jangka waktu yang panjang, maka pengambilan informasi akan jauh lebih baik. 

Alasan mengapa kita bisa lupa?
  1. Encoding failure , merupakan kegagalan dalam memasukkan informasi ke dalam memori. Hal ini bisa jadi dikarenakan tidak fokus pada satu sumber informasi. 
  2. Memory trace decay theory, bila informasi di memori tidak digunakan, maka STM akan memudar.
  3. Interferance theory, terdapat 2 interference, yaitu:
    • Proactive interference, gangguan ketika lebih cenderung mengingat materi yang dipelajari sebelumnya menggangu informasi yang baru. 
    • Retroactive interference,   merupakan kebalikan dari proactive interference yaitu kecenderungan jika informasi yang lebih baru mengganggu pengambilan informasi yang lama.           

Source : Ciccareli, S & White, J. 2018. Psychology Fifth Edition Global Edition. England : Pearson Education Limited









Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIUM II : EMOSI DAN MOTIVASI

History of Psychology

PSIUM II : PERSPEKTIF BIOLOGIS DALAM PSIKOLOGI