PSIUM II : Sexuality and Gender
Nama : Syekar Ayu Ghalbiyah
Nim : 2110323027Pengampu Matakuliah :
1. Dwi Puspasari, M. Psi.,Psikolog
2. Mafaza, S.Psi., MSc
3. Liliyana Sari, S.Psi., M.Sc
Haloo balik lagi di GulirTinta's 20
Gimana liburannya? seru ga? heheheheh
Nah pada blog kali ini kita akan mempelajari mengenai seksualitas dan gender. Pada penasaran ga nih?
Yukkk check this blog!
I. Pengertian Seks, Seksualitas, dan Gender
The Physical Side of Human Sexuality
Seks adalah perbedaan secara biologis antara laki-laki dan perempuan yang sudah ada sejak manusia dilahirkan dan seksualitas adalah menyangkut dimensi yang lebih luas seperti dimensi biologis , sosial, psikologis, dan kultural. Sedangkan Gender adalah karakteristik yang dimiliki oleh laki-laki atau perempuan berdasarkan pandangan budaya atau harapan masyarakat.
Contoh: Si A adalah seorang laki-laki berdasarkan seks nya dan gender nya pun laki-laki karena dia bertingkah maskulin yakni kuat, gagah, dan pemberani.
Terdapat 2 karakteristik seksual, yaitu :
- The Primary Sex Characteristics, yaitu karakteristik seks yang dimiliki manusia sejak lahir dan terlibat langsung dalam organ reproduksi. Untuk perempuan, misalnya vagina dan rahim sedangkan untuk laki-laki , seperti penis, skrotum, dan kelenjar prostat.
- The Secondary Sex Characteristics, yaitu karateristik seks yang dimiliki manusia yang terjadi ketika puberstas yang secara tidak langsung terlibat dalam reproduksi. Contoh pada perempuan : terjadi menarche (haid pertama) kisaran usia 12 tahun, pertumbuhan payudara, bokong, serta rambut di daerah tertentu. Contoh pada laki-laki : dada lebih membidang, suara makin dalam, tumbuh rambut di daerah tertentu, dan sebagainya. Untuk pertumbuhan secondary ini, biasanya perempuan lebih cepat 2 tahun dalam pertumbuhannya daripada laki-laki.
Karakteristik Perkembangan Seks
Seks primer berkembang ketika embrio tumbuh di dalam rahim. Sekita 5 minggu kehamilan, dua organ yaitu gonad terbentuk di dalam embrio. Dua set saluran juga berkembang disebelah gonad yaitu saluran wollfian (bisa menjadi organ seks laki-laki) dan mullerian (bisa menjadi organ seks perempuan). Faktor jenis kelamin pun ditentukan oleh kromosom. Jika kromosom dari pasangan ke-23 mengandung kromosom Y, gen pada kromosom Y menyebabkan gonad melepaskan testosteron yang menyebabkan saluran wollfian berkembang menjadi seks laki-laki. Begitupun sebaliknya ketika kromosom 23 mengandung kromosom X, tidak ada gen Y sehingga testosteron tidak dilepaskan dan saluran wollfian memburuk dan berkembanglah saluran mullerian yang menyebabkan organ seks perempuan.
Adapun kondisi ketika bayi dilahirkan dengan ketidakjelasan pada organ seks nya dinamakan interseks.
The Psychological Side of Human Sexuality: Gender
Gender Identity
- Gender, yaitu aspek psikologis seseorang apakah laki-laki atau perempuan.
- Gender Roles, yaitu harapan atau pandangan suatu budaya terhadap seseorang mengenai sikap, tindakan, serta ciri kepribadian apakah seorang laki-laki atau perempuan berdasarkan budaya tersebut.
- Gender Typing, yaitu proses dimana seseorang mempelajari stigma dan harapan budaya untuk perilaku laki-laki atau perempuan.
Psychological Influences
Masalah psikologis seseorang dengan lingkungannya bisa menyebabkan perubahan konsep identitas. Transgender, yaitu keadaan dimana kondisi rasa identitas gender tidak sesuai dengan penampilan fisik atau bahkan kromosom seks yang mereka miliki. Kemudian, terdapat sindrom yaitu gender dysphoria, yaitu terjadi ketidaksesuaian gender merasa bahwa mereka menampati tubuh gender lain sehingga tidak sedikit dari mereka yang melakukan operasi kelamin untuk menyesuaikan dengan keinginan mereka. Orang yang memilih untuk mengubah diri
mereka secara fisik melalui pembedahan atau perawatan hormonal umumnya disebut transeksual.
Dalam kehidupan rumah tangga, ketika seorang istri sedang hamil dan merasakan kondisi mual, dan lainnya hal tersebu adalah wajar. Namun, hal ini menjadi sebuah sindrom yaitu Sindrom Couvade atau kehamilan simpatik adalah kondisi dimana seorang suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh istri.
Biological Influences
Pengaruh biologis ini berpengaruh pada hasil organ eksternal kelamin dan juga mempengaruhi perbedaan hormonal antara laki-laki dan perempuan. Pengaruh biologis ini juga memiliki peran penting pada identitas gender dan perilaku yang muncul.
Environmental Influences
Di sebagian budaya, terdapat beberapa peran yang diharapkan. Misalnya seorang anak saat di kandungan terpapar androgen, tetapi di masyarakat dilahirkan sebagai seorang perempuan, maka diai dituntut untuk berprilaku sebagaimana perempuan pada umumnya. Fokus orang tua terhadap penilaian masyarakat akan lebih tampak jika anak laki-laki mereka berprilaku feminim daripada anak perempuan yang tomboi.
Culture and Gender
Perubahan terjadi dalam budaya yang berbeda kepribadian. Budaya yang memiliki sikap hidup individualistik dan kekayaan yang tinggi cenderung berpandangan nontradisional terhadap gender, yaitu tidak terlalu berpandangan bahwa maskulinitas dan feminimitas disesuaikan dengan jenis kelamin seseorang. Contoh negara yang menerapan non tradisioanl : Belanda, Jerman, Italia, dan Inggris. Sedangkan budaya yang memiliki sikap kolektivistik dan kekayaan yang rendah berpandangan tradisional terhadap gender, yaitu harus adanya keseuaian anatra orientasi peran gender dan jenis kelamin seseorang. Contoh negara yang menerapkan tradisional : Afrika dan Asia seperti Nigeria, Jepang, dan Pakistan.
Gender-Role Development
Awalnya ahli teori psikodinamik, yaitu Sigmund Freud percaya bahwa identitas gender sebagai konsekuensi alami anak dalam menyelesaikan konflik seksual. Namun, kemudian banyak ahli modern berpandangan bahwa proses kognitif dan proses pembelajaran berpengaruh pada identitas gender dan perilaku. Berikut beberapa teori modern:
- Social Learning Theory, yaitu menekankan pada pembelajaran melalui pengamatan langsung oleh anak dan kemudian dilakukan peniruan terhadap gender yang sama. Biasanya pengamatan ini bisa didapat anak dari orang tua, guru, maupun media informasi lainnya. Contoh : prinsip tradisional yang ditampilkan oleh media seperti seorang laki-laki yang menjadi dokter sedangkan perempuan hanya sebagai perawat.
- Gender Schema Theory, yaitu teori perkembangan gender yang menggabungkan teori pembelajaran sosial dan perkembangan kognitif. Teori ini juga berdasarkan konsep piaget yaitu adanya skema, asimilasi, akomodasi, ekuilibriun, dan organisasi.
- Gender Stereotyping,yaitu sebuah konsep yang dibuat tentang seseorang atau sekelompok orang yang didasarkan pada menjadi laki-laki atau perempuan. Contoh : laki-laki lebih agresif, logis, dan tegas sedangkan perempuan tidak logis, emosional, dan sensitif. Stereotip dalam bentuk appaun akan menyebabkan seksisme, yaitu prasangka yang mengarah pada perlakuan laki-laki dan perempuan yang tidak setara. Contoh : laki-laki bisa melakukan perbaikan mesin mobil yang menyiratkan bahwa pekerjaan tersebut tidak bisa dilakukan oleh perempuan begitupun sebaliknya perempuan harus mengasuh anak yang menyiratkan bahwa laki-laki tidak bisa mangasuh anak.
- Androgini adalah karakteristik kepribadian yang paling positif dari laki-laki dan perempuan terlepas dari jenis kelamin yang sebenarnya. Contoh : seorang wanita yang hidup tanpa suami dan memiliki dua anak perempuan maka sebisa mungkin dia menghidupi kedua anaknya serta merangkap tugas sebagai seorang ayah (tidak hanya melakukan tugas perempuan, tugas laki-laki pun bisa dikerjakannya).
Gender Differences
- Cognitive Differences. Awalnya berpadangan bahwa kemampuan kognitif laki-laki dan perempuan berbeda karena menggunakan belahan otak dan perbedaan hormonal. Namun, semakin berkembangnya zaman, perbedaan kemampuan antara laki-laki dan perempuan terbukti karena kurangnya kepercayaan diri perempuan daripada aspek biologis.
- Social and Personality Differences. Saat masa kecil, anak laki-laki lebih ditunjukkan bahwa seorang laki-laki harus menahan emosi, tidak boleh menangis, serta kuat. Sedangkan anak perempuan memiliki karakteristik emosional. Kemudian, perbedaan dalam hal komunikasi, laki-laki cenderung menggunakan gaya komunikasi report yang membahas mengenai topik terkini, olahraga, serta acara lainnya. Sedangkan perempuan cenderung menggunakan gaya komunikasi relate yang membahas mengenai kehidupan pribadi mereka dan menunjukkan perhatian dan simpati.
Human Sexual Behavior
Penelitian ini dilakukan oleh Dr. William Masters dan psikolog Dr. Virginia Johnson untuk melihat respon fisik selama aktivitas seksual yang dilakukan oleh 700 pria dan wanita. Walaupun penelitian ini mendapatkan pertentangan dari orang religius tetapi penelitian ini penting untuk melihat respon manusia.
Sexual Respons
Terdapat empat tahapan dalam respon seksual, yaitu :
- Phase 1: Excitement, Fase pertama ini adalah awal dari gairah seksual dan dapat berlangsung dari 1 menit hingga beberapa jam.
- Phase 2: Plateau, perubahan fisik yang dimulai pada fase pertama dilanjutkan yang dapat berlangsung hanya beberapa detik hingga beberapa menit.
- Phase 3: Orgasm, fase ketiga dan terpendek dari respons seksual.
- Phase 4: Resolution, kembali kepada keadaan normal.
Different Types of Sexual Behavior
- The Kinsey Study, yaitu melakukan wawancara tatap muka terhadap peserta tentang orientasi seksual. Namun, study Kinsei ini jauh dari kata sempurna karena tidak representatif. Beliau hanya menggunakan peserta orang yang berkulit putih, kelas menengah, dan berpendidikan.
- The Janus Report, penelitian ini mengambil sampel 3.000 orang dari seluruh 48 negara bagian daratan. Persentase laki-laki dan perempuan dalam survei Janus yang dilaporkan didominasi oleh homoseksual juga sangat mirip dengan penelitian Kinsey sebelumnya.
- The National Survey of Sexual Health and Behavior, Berdasarkan sampel perwakilan nasional dari 5.865 remaja dan orang dewasa Amerika Serikat berusia 14 hingga 94 tahun, penelitian mereka menghasilkan gambaran yang luas dan komprehensif tentang pengalaman seksual dan perilaku penggunaan kondom (Herbenick et al., 2010).
Sexual Orientation
Orientasi seksual adalah ketertarikan seksual dan afeksi seseorang kepada lawan atau sesama jenis. Berikut beberapa kategori orientasi seksual, yaitu :
- Heteroseksual, yaitu seseorang yang tertarik kepada lawan jenis. Heteroseksual ini merupakan orientasi seksual yang dapat diterima oleh seluruh budaya. Contohnya : seorang remaja laki-laki teratrik kepada remaja perempuan satu kelas dengannya.
- Homoseksual, yaitu keteratarikan seseorang terhadap orang lain yang berjenis kelamin sama. Biasanya homoseksual ini sulit dideteksi karena mereka takut tidak diterima oleh budaya setempat.
- Biseksual, yaitu keteratrikan seseorang terhadap kedua jenis kelamin. Orang biseksual tidak selalu memiliki hubungan dengan laki-laki dan perempuan selama periode waktu yang sama dan dapat bervariasi dalam tingkat ketertarikan terhadap satu jenis kelamin atau yang lain dari waktu ke waktu.
- Aseksual, yaitu keadaan dimana seseorang tidak memiliki ketertarikan terhadap jenis kelamin apapun.
Development of Sexual Orientation
Orientasi seksual kemungkinan merupakan produk dari biologi (yaitu,
struktur otak, genetika) dan lingkungan. Salah satu temuan perilaku yang paling umum tentang homoseksual laki-laki adalah bahwa
mereka secara konsisten "feminin" sebagai anak-anak (Bailey & Zucker, 1995; Lippa, 2010). Kemudian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa homoseksualitas dapat ditularkan oleh gen yang dibawa pada
kromosom X, yang diturunkan dari ibu ke anak laki-laki tetapi tidak dari ayah ke anak laki-laki.
Sexual Health
Sexual Health adalah bagian penting dari keseluruhan kesehatan yang melibatkan pengaruh organik, psikologis, dan sosiokultural.
Sexually Transmitted Infections (STI)/ Infeksi Menular Seksual (IMS)
Adalah infeksi yang menular pada organ seksual karena melalui kontak seksual. Penyakit menular seksual ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Jika terinfeksi oleh bakteri maka bisa disembuhkan dengan antibiotik sedangkan yang disebabkan oleh virus seringkali sulit untuk doisembuhkan. Ada kabar bahwa sekarang sudah ada vaksin untuk IMS yang disebut human papillo mavirus,
atau HPV. Berikut beberapa STI/IMS, yaitu :
- Klamidia, disebabkan oleh infeksi bakteri yang tumbuh di dalam sel-sel tubuh. Adapun ciri gejala nya yaitu untuk laki-laki : testis bengkak, keluar cairan, terbakar saat buang air kecil; untuk perempuan: mungkin tidak mengalami gejala.
- Sifilis, disebabkan oleh infeksi bakteri. Adapun gejalanya berupa luka yang muncul pada atau di area genital dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan otak.
- Gonorea disebabkan oleh infeksi bakteri yang tumbuh dengan cepat pada bagian tubuh yang hangat dan lembab (mulut, anus, tenggorokan, alat kelamin). Adapun gejalanya untuk laki-laki: cairan keruh yang berbau busuk dari penis, terbakar saat buang air kecil; untuk perempuan: serviks meradang, keputihan ringan.
- Genital Warts, disebabkan oleh virus papiloma manusia (HPV). Adapun gejalanya pertumbuhan kutil pada alat kelamin.
- Genital Herpes, disebabkan oleh virus herpes simpleks. Adapun gejalanya yaitu luka di area genital; gatal, terbakar, berdenyut, sensasi "kesemutan" di mana luka akan muncul.
- AIDS, disebabkan oleh Human immunodeficiency virus (HIV). Adapun gejalanya kerusakan pada sistem kekebalan tubuh / imun. HIV ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual, berbagi jarum suntik, larutan obat yang terkontaminasi, persalinan, tranfusi darah, transplantasi organ, dan lainnya. Darah, cairan vagina, air mani, ASI, dan cairan tubuh lain yang mengandung darah adalah cara HIV ditularkan dari orang yang terinfeksi ke orang yang tidak terinfeksi.
Source : Ciccareli, S & White, J. 2018. Psychology Fifth Edition Global Edition. England : Pearson Education Limited

Komentar
Posting Komentar