PSIUM II : PSYCHOLOGICAL THERAPIES

Nama : Syekar Ayu Ghalbiyah

Nim   : 2110323027

Pengampu Matakuliah :
1. Dwi Puspasari, M. Psi.,Psikolog
2. Mafaza, S.Psi., MSc
3. Liliyana Sari, S.Psi., M.Sc

Kita mengetahui bahwa banyak sekali metode terapi yang digunakan untuk mengatasi berbagai macam psychological disorders. Namun, hal tersebut tentunya harus sesuai dengan penyakit yang didiagnosis. Untuk itu, agar lebih memahami jenis terapi yang sesuai, yuk simak blog kali ini 





Treatment of Psychological Disorders: Past to Present
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi mental disorders ini benar-benar terorganisir mulai pertengahan abad ke-16. Saat itu Betlehem Hospital diubah menjadi rumah sakit jiwa untuk menangani berbagai macam gangguan jiwa. Namun, pada awal pengobatan tersebut, masih banyak terjadi kekereasan atau paksaan pada orang yang mengalami gangguan jiwa tersebut. Kemudian, tahun 1793. barulah treatment dilakukan dengan menggunakan "moral treatment". 

Modern Treatments
Therapy adalah suatu metode pengobatan yang diberikan kepada seseorang agar merasa menjadi lebih baik. Modern treatment ini terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Psychotherapy, adalah terapi yang digunakan dengan cara melibatkan komunikasi permasalahan klien dengan profesional psikologis. Dalam psikoterapi ini, terdapat 2 macam, yaitu :
  1. Insight Theraphies, yaitu terapi yang bertujuan untuk membantu seseorang dalam mendapatkan wawasan sehubungan dengan perasaan, pemikiran, dan perilaku mereka. 
  2. Action Therapies, yaitu terapi yang bertujuan untuk mengubah perilaku yang tidak pantas secara langsung. 
2. Biomedical Theraphy, yaitu terapi yang secara langsung mempengaruhi fungsi biologis tubuh dan otak dan terapi ini digunakan untuk gangguan mental dimana seseorang dengan masalah dirawat dengan metode biologis atau medis untuk meredakan gejala.

Kemudian, ada yang disebut sebagai electic. Electic adalah pendekatan pada terapi dengan menggunakan beberapa gabungan teknik terapi yang berbeda. 

Insight Therapies: Psychodynamic and Humanistic Approaches 
Psychotherapy Begins: Freud’s Psychoanalysis
Freud percaya bahwa pasien nya menggunakan pikiran bawah sadar untuk mencegah anxiety. Freud merancang teknik terapi untuk membantu pasiennya merasa lebih santai, terbuka, dan mampu mengeksplorasi perasaan terdalam mereka tanpa takut malu atau ditolak. Metode ini disebut psychoanalysis, dan ini adalah terapi wawasan yang menekankan pengungkapan konflik, desakan, dan keinginan bawah sadar yang dianggap menyebabkan emosi dan perilaku yang tidak teratur (Freud, 1904a, 1904b; Mitchell & Black, 1996).

Freud juga menggunakan teknik dream interpretation dan free association. Freud yakin bahwa hal yang ditekan akan muncul dalam mimpi. Manifest content adalah mimpi yang sebenarnya dan kejadiaannya sedangkan latent content adalah makna simbolis atau tersembunyi dari mimpi. Kemudian dalam teknik free association ini, metode yang dirancang oleh rekan Freud yaitu  Josef Breuer memberikan kebebasan kepada pasien untuk bercerita mengenai apapun tanpa adanya sanggahan negatif adri pendengar sehingga akan mengungkapkan hal-hal yang berada di bawah kesadarannya. 

Resistence and Transference adalah komponen lain dari psikoanalitik yang digunakan Freud. Resistence adalah terjadi ketika pasien menjadi enggan untuk berbicara tentang topik tertentu, baik dengan mengubah topik pembicaraan atau menjadi diam. Sedangkan Transference adalah kecenderungan pasien atau klien untuk memproyeksikan perasaan positif atau negatif untuk orang-orang penting dari masa lalu ke terapis.

Psikoanalis saat ini juga kurang fokus pada id sebagai motivator perilaku, melainkan lebih melihat ego atau rasa diri sebagai kekuatan motivasi di balik semua tindakan, dan lebih pada masalah hubungan dasar, termasuk hubungan antara terapis dan klien. Terapi psikodinamik biasanya lebih pendek durasinya daripada psikoanalisis tradisional. Terapi psikodinamik adalah istilah yang lebih baru dan lebih umum untuk terapi berdasarkan psikoanalisis dengan penekanan pada transferensi, waktu perawatan yang lebih pendek, dan pendekatan terapeutik yang lebih langsung. Meskipun demikian, semua teknik psikodinamik menuntut klien untuk cukup cerdas dan secara verbal mampu mengungkapkan ide, perasaan, dan pikirannya secara efektif.Orang dengan kepribadian yang tidak terlalu pandai dalam mengungkapkan situasi secara deskriptif bukanlah orang yang tepat dalam psikodinamik ini. Orang yang memiliki gangguan penyesuaian nonpsiotik, seperti kecemasan, somatoform, atau gangguan disosiatif, kemungkinan besar akan mendapat manfaat dari terapi psikodinamik. 

Interpersonal Psychotherapy (IPT) adalah psikoterapi yang dirancang untuk mengatasi depresi yang berfokus pada hubungan individu dengan dengan orang lain serta berkaitan dengan peristiwa atau aktivitas kesehariannya. 

Humanistic Therapy: To Err Is Human
Berbeda dengan psikodinamik, aliran humanistik ini lebih berfokus pada keadaan sadar meliputi keadaan emosi individu dan subjektif individu daripada pengalaman masa kanak-kanak ataupun yang telah jauh berlalu. Dua metode terapi yang paling umum dalam aliran humanistik, yaitu :
1. Carl Rogers’s person-centered therapy 
dikembangkan oleh Carl Rogers dimana berfokus pada kecocokan antara diri sejati dan diri ideal sehingga penghargaan positif tanpa syarat penting untuk keselarasan antara diri yang nyata dan ideal. Tiga elemen penting dalam person–therapist relationship:
  1. Authenticity, yaitu terapis harus menunjukkan rasa ketulusan, keterbukaan dalam mendengarkan keluhan klien serta mampu menoleransi tanpa adanya sikap menghakimi klien. 
  2. Unconditional Positive Regard, yaitu mengacu pada kehangatan, rasa hormat, dan suasana penerimaan yang diciptakan oleh terapis untuk klien dalam terapi yang berpusat pada pribadi. 
  3. Empathy, yaitu kemampuan terapis untuk memahami perasaan klien.

2. Fritz Perls’s Gestalt therapy
Terapi Gestalt berfokus pada penolakan yang terjadi di masa lalu. Terapis Gestalt tidak berbicara tentang pikiran bawah sadar. Mereka percaya bahwa segala sesuatunya disadari, tetapi ada kemungkinan bagi sebagian orang untuk sekadar menolak "mengakui" memiliki perasaan tertentu atau berurusan dengan masalah masa lalu. 


Action Therapies: Behavior Therapies and Cognitive Therapies 
Insight therapies digunakan untuk mengatuhi motif dibalik kenapa seseorang berprilaku seperti itu sedangkan action threrapies ini digunakan untuk mengubah perilaku seseorang melalui teknik belajar yang disebut sebagai behavior therapies dan melalui cognitive therapies yaitu mengubah pikiran maladaptif. 

Behavior Therapies: Learning One’s Way to Better Behavior
Tujuan para behavioris adalah untuk mengubah perilaku melalui penggunaan jenis teknik pembelajaran yang sama dengan yang digunakan manusia (dan hewan) untuk mempelajari respons baru. Perilaku abnormal atau tidak diinginkan tidak dilihat sebagai gejala dari hal lain melainkan masalah itu sendiri. Pembelajaran menciptakan masalah dan pembelajaran baru dapat memperbaikinya. 

Therapies Based on Classical Conditioning
Melalui classical conditioning ini dapat membuat perilaku baru yang diinginkan. Ada beberapa teknik yang telah dikembangkan dengan menggunakan jenis pembelajaran ini untuk mengobati gangguan seperti fobia, gangguan kecemasan, dan gangguan obsesif-kompulsif. Berikut beberapa jenis terapi classical conditioning :
  1. Systematic Desensitization, pada terapi ini terapis memandu klien untuk menjalankan langkah untuk mengurangi ketakutan. Dimulai dari hal-hal yang menimbulkan rasa takut yang rendah sampai pada tahap hilangnya fobia yang disebut sebagai a hierarchy of fears. Jadi terapi ini dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Desensitisasi sistemik menggunakan pendekatan seperti relaksasi otot.

  2. Aversion Therapy, yaitu bentuk terapi untuk menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan dengan aversion stimulus atau mengurangi perilaku tersebut. Contoh : saat seorang klien ingin berhenti merokok, diberikan perintah oleh terapis untuk menghisap rokok setiap 5-6 detik sehingga merokok cepat tersebut dapat menyebabkan mual. Dengan mual itulah diharapkan perilaku merokok akan berkurang bahkan hilang. 
  3. Exposure Therapies, yaitu teknik perilaku yang memaparkan individu pada rangsangan yang berhubungan dengan kecemasan atau ketakutan, di bawah kondisi yang dikontrol dengan hati-hati untuk mempromosikan pembelajaran baru. Eksposur dimulai pada peristiwa yang paling tidak ditakuti dan berlanjut hingga yang paling ditakuti, mirip dengan desensitisasi. Jika paparannya cepat dan intens, itu dimulai dengan peristiwa yang paling ditakuti dan disebut flooding. Flooding adalah teknik untuk mengobati fobia dan gangguan stres lainnya di mana orang tersebut secara cepat dan intens dihadapkan pada situasi atau objek yang menimbulkan rasa takut dan dicegah dari membuat respons penghindaran atau pelarian yang biasa.                                                          Eye-movement desensitization and reprocessing, or EMDR, adalah terapi berbasis eksposur yang terkadang digunakan dalam pengobatan PTSD. Exposure and response prevention (EX/RP), or exposure and ritual prevention, adalah salah satu strategi paling tepat untuk mengatasi OCD. Terapi  ini mendorong individu dengan OCD untuk secara bertahap dan teratur mengekspos diri mereka pada hal-hal yang memicu pikiran obsesif mereka tetapi tidak terlibat dalam tindakan atau proses kompulsif yang khas. Jadi terapi ini dilakukan dalam jangka waktu yang cepat. Terapi ini bertujuan untuk menghentikan penghindaran atau pelarian orang tersebut ketika mereka dihadapkan dengan stimulus fobia atau pemicu kecemasan. Dengan cara ini, perilaku yang selalu muncul sebagai perilaku koping menghilang.


Therapies Based on Operant Conditioning
Terapi berdasarkan operant conditioning ini digunakan untuk menambah perilaku yang diinginkan dan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan. Keuntungan dari operant conditioning ini adalah untuk mengobati perilaku bermasalah  bahwa hasil biasanya diperoleh dengan cepat daripada harus menunggu selama bertahun-tahun untuk mendapatkan bentuk terapi yang lebih berorientasi pada wawasan. Beberapa teknik yang dikembangkan dalam operant conditioning:
  1. Modelling, yaitu meniru perilaku orang lain dimana berdasarkan karya Albert Bandura. Parcitipant modelling harus meniru hal yang dilakukan oleh terapis dalam ruangan yang sama dengan partcipan modellinh ataupun vidio yang ditunjukkan oleh terapis secara bertahap. Contoh : Ketika seorang anak kecil takut dengan anjing, kemudian ditampilkan seseorang mendekati anjing, kemudian membelainya dan akhirnya memeluk anjing tersebut. Hal tersebut akan secara bertahap mengurangi rasa takut pada anak karena terjadinya peniruan dari model. 
  2. Using Reinforcement, yaitu penguatan respon dengan mengikutinya dengan beberapa konsekuensi yang menyenangkan (penguatan positif) atau penghapusan stimulus yang tidak menyenangkan (penguatan negatif). Metode lain yang melibatkan reinforcement adalah contingency contract, yaitu kesepakatan tertulis formal antara terapis dan klien di mana tujuan untuk perubahan perilaku, penguatan, dan hukuman dinyatakan dengan jelas. Contoh : perjanjian tertulis antara guru dan siswa yang bolos. 
  3. Using Extinction, yaitu kepunahan operan sering kali melibatkan penghilangan perhatian seseorang dari orang tersebut ketika orang tersebut terlibat dalam perilaku yang tidak pantas atau tidak diinginkan.
  4. Behavioral Activation, yaitu aktivasi perilaku melibatkan pengenalan kembali individu ke lingkungan dan rutinitas reguler mereka sebagai salah satu cara untuk meningkatkan peluang penguatan positif. 

Cognitive Therapies: Thinking Is Believing
Cognitive therapies dikembangkan oleh  dikembangkan oleh Aaron T. Beck dan difokuskan untuk membantu orang mengubah cara berpikir mereka. 

Beck’s Cognitive Therapy
Cognitive therapies berfokus pada distorsi pemikiran, yaitu:
  1. Arbitrary inference, yaitu membuat kesimpulan tanpa bukti apapun dimana arbitrary disini adalah sesuai dengan keinginan pribadi. Contoh : Seseorang yang tidak mau bergaul dengan kita, kita anggap dia sombong. 
  2. Selective thinking, yaitu orang tersebut hanya berfokus pada satu aspek dari suatu situasi, mengabaikan fakta relevan lainnya yang mungkin membuat segala sesuatunya tampak kurang atau negatif. Contoh : saat kita menerima kritik dari orang mengenai kekurangan kita, maka kita mengganggap diri kita hanya memiliki kekurangan, padahal disisi lain setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. 
  3. Overgeneralization, yaitu menarik kesimpulan menyeluruh dari satu kejadian dan kemudian berasumsi bahwa kesimpulan itu berlaku untuk bidang kehidupan yang tidak ada hubungannya dengan peristiwa aslinya. 
  4. Magnification and minimization, yaitu lebih mengedepankan hal-hal yang negatif. Contoh : seorang mahasiswa pertama kalinya mendapat nilai C, sehingga dia berpikir bahwa dia tidak akan lulus. 
  5.  Personalization, yaitu seorang individu bertanggung jawab atau disalahkan atas peristiwa yang tidak benar-benar berhubungan dengan individu tersebut. Contoh: Ketika orang tua Kairin pulang dalam suasana hati yang buruk karena sesuatu yang terjadi di tempat kerja, Kairin  langsung berasumsi bahwa orang tuanya marah padanya.

Cognitive-behavioral therapy (CBT) 
Cognitive-behavioral therapy (CBT) adalah terapi tindakan di mana tujuannya adalah untuk membantu klien mengatasi masalah dengan belajar berpikir lebih rasional dan logis, yang pada gilirannya akan berdampak pada perilaku mereka.

Ellis and Rational Emotive Behavior Therapy (REBT)
Ellis and Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) adalah klien diajarkan cara untuk menantang keyakinan irasional mereka sendiri dengan pernyataan yang lebih rasional dan bermanfaat (Ellis, 1997, 1998).
 

Group Therapies: Not Just for the Shy
Group therapies adalah kumpulan klien yang memiliki permasalahan yang sama berkumpul dengan terapis tunggal dengan tujuan mereka adalah untuk berbagi masalah mereka dan memberikan dukungan sosial dan emosional satu sama lain.

Types of Group Therapies
Berikut beberapa jenis group therapies, yaitu :
  1. Family Counseling, yaitu suatu bentuk terapi kelompok di mana anggota keluarga bertemu bersama dengan konselor atau terapis untuk menyelesaikan masalah yang mempengaruhi seluruh keluarga. Contoh : saat terjadi masalah disiplin pada anak, tidak ada yang dianggap sebagai sumber masalah. Namun, semua anggota keluarga baik ayah, ibu, kakek, nenek, maupun anak yang terlibat dalam lingkungan keluarga tersebut terlibat dalam masalah dan akan menemukan suatu solusi dengan suatu kesepakatan komunikasi dengan terapis. 
  2. Self-Helps Group, yaitu kelompok yang terdiri dari orang-orang yang memiliki masalah yang sama dan yang bertemu bersama tanpa terapis atau konselor untuk tujuan diskusi, pemecahan masalah, dan dukungan sosial dan emosional. Contoh : kumpulan pecandu narkoba yang memiliki keinginan untuk lepas dari kecanduannya, mereka bergabung dalam suatu kelompok yang memiliki tujuan sama dimana salah satu dari anggota kelompok tersebut secara sukarela untuk memimpin suatu pertemuan. 


Terapi kelompok ini juga memiliki keuntungan bila seseorang tidak sanggup untuk membayar psikoterapi secara indivdu. Bila terapi dilakukan secara kelompok, terapis pun bisa melihat bagaimana klien tersebut berinteraksi satu sama lain. Selain itu, terapis kelompok dengan anggota yang memiliki masalah yang sama, juga menjadikan motivasi bagi mereka untuk mencapai tujuan baik yang sama. 


Does Psychotherapy Really Work?
Studies of Effectiveness
Studi yang dilakukan oleh Hans Eysenck mendapat kontroversi besar dalam bidang psikologi klinis karena dia menyatakan bahwa terapis tidak memiliki dampak bagi penyembuhan dan memiliki hasil yang sama dengan orang yang tidak mendapatkan psikoterapi. Berikut beberapa temuan yang membantah statement Hans Eysenck, yaitu :
  1.  Diperkirakan 75 hingga 90 persen orang merasa bahwa psikoterapi telah membantu mereka
  2.  Semakin lama seseorang menjalani terapi, semakin besar peningkatannya
Meskipun psikoterapi biasanya dilakukan oleh klien atau klien berbicara tatap muka dengan terapis, modalitas terapi atau konseling lain tersedia dengan menggunakan berbagai bentuk teknologi. Sementara beberapa intervensi berbasis telepon atau menggunakan email, yang lain termasuk dalam istilah umum terapi siber, tetapi berbasis internet, terapi online, konseling online, terapi elektronik, berbasis web, dan konseling jarak jauh adalah beberapa istilah lain yang mengacu pada psikoterapi atau intervensi kesehatan mental yang ditawarkan dari jarak jauh dan terutama melalui internet. Meskipun metode pengiriman ini mungkin memiliki keuntungan dari biaya yang lebih rendah atau minimal, ketersediaan peluang terapi bagi mereka yang tidak dapat dengan mudah mendapatkan terapis (seperti orang yang tinggal di daerah terpencil atau pedesaan), akses ke kelompok pendukung online, dan anonimitas relatif , ada risiko. Sehingga, dalam terapi berbasis internet ini harus dilakukan secara profesional dari kedua belah pihak. 


Characteristics of Effective Therapy 
1. Common Factors Approach, dalam faktor umum ini harus terdapat yang namanya therapeutic alliance. Therapeutic alliance adalah adanya hubungan  antara terapis dan klien yang berkembang sebagai hubungan yang hangat, peduli, menerima yang ditandai dengan empati, saling menghormati, dan pengertian. Faktor umum lainnya dalam efektivitas terapi adalah:kesempatan untuk katarsis (menghilangkan emosi yang terpendam),belajar dan mempraktekkan perilaku baru, danpengalaman positifuntuk klien (Norcross, 2005). 
2. Evidence-Based Treatment,  EBT mengacu pada teknik atau intervensi yang telah menghasilkan hasil yang diinginkan, atau perubahan terapeutik dalam studi terkontrol .
3. Neuroimaging of Psychotherapy, neuroimaging juga digunakan untuk menggambarkan bagaimana individu dengan depresi mayor merespon untuk pengobatan psikologis atau farmakologis berdasarkan pretreatment brain activity. 
4. Cultural, Ethnic, and Gender Concerns in Psychotherapy. Berbagai hambatan untuk psikoterapi yang efektif ada ketika latar belakang budaya atau etnis klien dan terapis berbeda:
  • Culture-bound values, perbedaan nilai budaya dapat menyebabkan terapis gagal karena gagal dalam membentuk hubungan empati, seperti berbeda dari body language tiap budaya dan hal lainnya. 
  • Class-bound values, Klien dari latar belakang miskin mungkin memiliki nilai dan pengalaman yang tidak dapat dipahami oleh terapis (Wedding, 2004).
  • Language, Berbicara bahasa yang berbeda menjadi masalah dalam memahami apa yang dikatakan klien dan terapis dan dalam tes psikologis. 
  • “American” cultural assumptions, Perbedaan dapat terjadi terkait identitas, hubungan, peran keluarga (individualisme versus kolektivisme, keluarga inti versus keluarga besar), hubungan dengan alam, orientasi waktu, hubungan dengan orang lain, dan aktivitas (melakukan versus menjadi; Sue & Sue, 2016) .
  • Communication style, Komunikasi verbal dan nonverbal dapat berbeda antara budaya dan etnis. Contoh : Di Amerika, orang cenderung tersenyum ketika bahagia, tapi di China mereka cenderung menahan ekspresi. 

Biomedical Therapies 
Terapis biomedis terdiri dari beberapa pendekatan seperti drug therapy, shock therapy, surgical treatments, or noninvasive stimulation techniques. 

Psychopharmacology
Psikofarmakologi adalah penggunaan obat-obatan untuk mengontrol atau meredakan gejala gangguan psikologis. Penggunaan obat-obatan ini juga akan disandingkan dengan psikoterapi agar hasilnya lebih efektif. Ada empat kategori dasar obat yang digunakan untuk mengobati gangguan psikotik, gangguan kecemasan, fase manik gangguan mood, dan depresi. 

Antipsychotic Drugs
adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala psikotik seperti delusi, halusinasi, dan perilaku aneh lainnya. Obat ini terbagi menjadi 2 tipe yaitu yang the classical, or typical antipsychotics, and newer atypical antipsychotics. Antipsikotik tipikal pertama yang dikembangkan adalahklorpromazin. Antipsikotik generasi pertama menyebabkan "neurolepsis," atau psikomotor melambat dan mengurangi emosi, dan dengan demikian disebut sebagai neuroleptik karena efek samping neurologis yang mereka hasilkan (Julien et al., 2011; Preston et al., 2008; Stahl, 2013). Jangka waktu minum obat ini untuk gangguan tertentu diminum selama orang tersebut mengalami gangguan, tetapi untuk skizofrenia bila terjadi pada masa remaja atau dewasa awal, maka orang tersebut harus mengonsumsi obat itu sepanjang hidupnya. Harapan untuk antipsikotik antipikal ini agar efek samping yang dihasilnya dalam fungsi kogntif lebih kecil. 

Antianxiety Drugs
obat penenang minor atau benzodiazepin seperti Xanax, Ativan, dan Valium.Semua obat ini memiliki efek sedatif dan, dalam dosis yang tepat, dapat mulai meredakan gejala kecemasan dalam waktu 20 hingga 30 menit setelah minum obat melalui mulut (Preston et al., 2008).

Mood-Stabilizing Drugs
Pengobatan pilihan untuk gangguan bipolar dan episode mania yaitu litium, unsur kimia logam yang dalam bentuk garamnya (litium karbonat) meratakan tinggi dan rendahnya gangguan bipolar. Secara umum direkomendasikan bahwa pengobatan dengan lithium berlanjut pada tingkat pemeliharaan pada orang dengan gangguan bipolar berulang. Lithium mempengaruhi cara ion natrium di neuron dan sel otot diangkut, meskipun tidak jelas bagaimana hal ini mempengaruhi suasana hati. 

Antidepressant Drugs
Adalah obat yang digunakan untuk mengobati depresi dan kecemasan.  Iproniazid menjadi yang pertama inhibitor monoamine oksidase( MAOIs), kelas antidepresan yang menghalangi aktivitas enzim yang disebut monoamine oxidase. Monoamine oksidase adalah "cleanup worker" otak karena fungsi utamanya adalah memecah neurotransmitter norepinefrin, serotonin, dan dopamin—tiga neurotransmitter yang paling terlibat dalam pengendalian suasana hati. 

Obat kedua antidepresan yaitu tricyclic antidepressants. Obat ini ditemukan untuk penanganan skizofrenia. 

ECT and Psychosurgery
Electroconvulsive Therapy (ECT) adalah bentuk terapi biomedis untuk mengobati depresi berat di mana elektroda ditempatkan pada salah satu atau kedua sisi kepala seseorang dan arus listrik dilewatkan melalui elektroda yang cukup kuat untuk menyebabkan kejang atau kejang dan pelepasan flooding neurotransmitter di area otak. ECT mengganggu proses konsolidasi dan mencegah pembentukan memori jangka panjang.

Psychosurgery
psikosurgery melibatkan pemotongan ke otak untuk menghilangkan atau menghancurkan jaringan otak untuk tujuan menghilangkan gejala gangguan mental. Salah satu teknik bedah yang paling awal terkenal adalah prefrontal lobotomy yang diperkenalkan oleh  Dr. Antonio Egas Moniz. Walter Freeman dan James W. Watts memodifikasi teknik Moniz dan mengembangkan prosedur yang disebut lobotomi transorbital, di mana instrumen yang menyerupai pemecah es, yang disebut leukotome, dimasukkan melalui bagian belakang rongga mata dan ke dalam otak untuk memutuskan serat otak. Teknik inilah yang menjadi banyak digunakan, dan sayangnya kadang-kadang digunakan secara berlebihan, dalam mencari bantuan bagi begitu banyak orang yang menderita penyakit mental.

Ketika lobotomy telah tidak digunakan, muncul bilateral anterior cingulotomy. Anterior cingulotomy adalah teknik psikosurgery di mana kawat elektroda dimasukkan ke dalam girus cingulate anterior, dengan panduan pencitraan resonansi magnetik, untuk menghancurkan sebagian kecil area otak itu dengan arus listrik.

Emerging Techniques
Strategi baru dan menarik seperti (rTMS) dan (tDCS)  sedang dievaluasi sebagai pilihan pengobatan yang mungkin untuk berbagai gangguan psikologis atau dalam membantu peneliti untuk lebih memahami Penelitian yang menarik sedang menyelidiki penggunaan DBS untuk individu dengan anoreksia nervosa kronis yang belum merespon dengan baik terhadap pengobatan lain, dengan hasil awal menunjukkan beberapa individu telah meningkatkan indeks massa tubuh (BMI), suasana hati, dan gejala kecemasan setelah pengobatan DBS . 




Source : Ciccareli, S & White, J. 2018. Psychology Fifth Edition Global Edition. England : Pearson Education Limited

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIUM II : EMOSI DAN MOTIVASI

History of Psychology

PSIUM II : PERSPEKTIF BIOLOGIS DALAM PSIKOLOGI